Kisah Menarik Azwar, Pemetik Kelapa Asal Sungai Batang

Penulis -

Senin, 7 Januari 2019 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Kisah menarik dari seorang pemetik kelapa Asal Ekor Pisang, Jorong Nagari, Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumbar. Azwar Sutan Sari Endah (61), dan sudah 10 tahun berprofesi sebagai jasa pemetik kelapa sekitar Nagari Maninjau dan Sungai Batang. Hampir seluruh masyarakat mengenalnya, karena ia tidak pernah menggunakan motor atau kendaraan. Berjalan kaki puluhan kilometer bersama Beruknya, adalah ciri khas dimiliki bapak berbadan tegap ini.

Meski hanya sebagai pemetik kelapa menggunakan hewan peliharaannya seekor Beruk, penghasilannya bisa mencapai Rp150 ribu perhari. Setiap hari, ia bisa mendapatkan 15 injik dan dijual ke kedai-kedai langganannya. Untuk 1 injik saja sama dengan 4 buah kelapa. Saat ini, satu buah kelapa dijual perbiji seharga Rp2500.

Untuk rute kerja, cukup di wilayah dua Nagari yakni Nagari Maninjau dan Nagari Sungai Batang. Pohon kelapa di dua nagari ini banyak terdapat di Jorong Bancah Maninjau, Jorong Data Kampuang Dadok Sungai Batang, Tanjung Sani serta di Kampung Tangah. Kadang ada juga ke luar area itu. Ia dapat memenuhi permintaan, jika panen kelapanya banyak. Sehingga tidak terlalu rugi waktu dan tenaga.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kedai langganan bapak 4 istri ini biasanya berada di beberapa tempat, seperti Kedai Ni Mai di Jorong Bancah dan Kedai Si Adek Di Pasar Maninjau. Permintaan selalu terpenuhi, karena kebutuhan masyarakat terhadap jasanya juga cukup melimpah.

Kisahnya bermula 10 tahun atau sekitar tahun 2008. Ada tetangga yang juga seorang penjual jasa pemetik buah kelapa di Nagari Sungai Batang. Pada saat itu istrinya sakit dan butuh orang lain menggantikan profesinya. Tetangga tersebut bernama Yus.

Pada saat itu, Azwar belum memiliki kemampuan dan tidak biasa dengan Beruk. Setelah belajar banyak melalui Yus, akhirnya ia bisa menghasilkan 2 karung atau 15 injik kelapa dalam waktu sehari.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Pada saat itu satu injik atau 4 buah kelapa seharga Rp12 ribu. Dan setelah banyak belajar dengan banyak pengalaman, ia pun mandiri melakoni profesi tersebut.

Melalui pekerjaan tersebut ia berhasil menyekolahkan anak-anaknya. Saat ini, ia tinggal di rumah istri ke empatnya di Jorong Nagari, Nagari Sungai Batang. Ke empat anaknya sudah tamat sekolah dan sudah bekerja.

“Sebelum berprofesi ini, saya sempat merantau ke Palembang dan Jakarta. Di sana saya bekerja sebagai pedagang kain. Bahkan sempat menjadi kuli bangunan,” ungkapnya.

Pulang ke kampung halaman lanjutnya, berkenaan orang tua saya sakit. Dan saya harus pulang untuk merawatnya. Karena saudara yang lain, tidak bisa menjaga dan merawat ibu saya. Azwar anak ke tiga dari 8 bersaudara. Meski usia sudah mulai lanjut, tidak menyurutkan diri untuk tetap bekerja, menafkahi istrinya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Tidak hanya menjadi jasa pemetik kelapa saja,  tidak jarang pula ia bertani ke sawah. “Ada sekitar 4 petak sawah milik tetangga yang juga saya garap. Hasilnya lumayan, sekali panen menghasilkan 9 sukek atau 1 sukek setara dengan 2,5 kilogram,” tuturnya.

Gigiah, giat sehingga sehat, begitulah moto dan motivasi hidup Azwar. “Setiap pagi sesudah bangun tidur dan sebelum buang air kecil, saya memiliki kebiasaan meminum 1 teko panjang air minum. Bekerja dengan berjalan kaki, agar tetap sehat dan bugar,” ungkapnya.

Selain itu lanjutnya, ada rahasia kesehatan yang perlu saya bagi kepada ananda. “Minumlah satu telur ayam kampung yang sudah dicampur 4 biji asam. Cara membuatnya, masukan dalam gelas, campur hingga gelas itu ditutup rapat dengan plastik. Setelah uap naik, buka dan campur sedikit merica. Kasianya akan dapat dirasakan setelah meminum ramuan tersebut,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB