Kayu Tanam, Prokabar – Aparat kepolisian telah seharusnya menertibkan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum masyarakat di ruas jalan kayu tanam yang mengalami kemacetan.
Pungutan liar berkedok sumbangan ala kadarnya tersebut terdapat di beberapa titik, di pangkal dan ujung jembatan yang ambruk, serta di jalan alternatif.
Rony, salah seorang sopir travel mengatakan, jika jika ingin melintas dikawasaan tersebut, setidaknya ia harus menyediakan uang receh, baik seribu rupiah, maupun dua ribu rupiah.
” Tadi saja saya dimintai uang basa basi karena mem-blong ke bawah. Karena tidak ada uang 5 ribu, terpaksa saya kasih 10 ribu. Padahal saya harus ke bandara,” ujarnya.
Rony juga mengakui jika sumbangan ala kadarnya tersebut memang tidak dipaksa. Namun banyak sekali yang meminta sumbangan, apalagi lewat jalan alternatif.
” Kalau lewat jalan utama, itu tidak hajya satu, di pangkal dan ujung jembatan. Kalau lewat alternatif, mulai dari awal masuk, sampai keluar, banyak itu,” ujarnya.(eym)
















