Keren, Wartawan ini Kembangkan Tanaman Hidroponik di Agam

Penulis -

Rabu, 26 Desember 2018 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubuk Basung, Prokabar — Tidak hanya seorang buruh tinta, bapak paroh baya ini juga giat jadi petani mengembangkan Tanaman Hidroponik yang dirancang menggunakan pipa paralon. Menurutnya, usaha tersebut didapat melalui anaknya di Tanjung Pinang, yang lebih dahulu menghasilkan sayur mayur yang sehat dan higienis.

Selain tidak menggunakan pupuk zat kimia, tanaman tidak langsung bersentuhan dengan tanah. “Kemungkinan segala bentuk hewan parasit tidak melekat dan hidup didalam tanaman. Sehingga saat dipanen dan dikonsumsi, aman dan tidak ikut masuk ke dalam tubuh kita,” terangnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Lukman (62) menggarap tanaman berteknologi baru itu bersama istrinya Atmi (60). Di rumahnya, Monggong, Nagari Persiapan Surabayo, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumbar.

Untuk saat ini, mereka fokus mengembangkan berupa sayur kangkung dan selada. Pasalnya, kebutuhan masyarakat terhadap sayur ini cukup tinggi. Selain kebutuhan rumah tangga, juga sangat dibutuhkan di Rumah Makan atau Pedagang Pecel Lele.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Kebutuhan sayur Kangkung dan Selada sangat tinggi. Saat ini saja, kami yang sudah mendapat pelanggan salah satu rumah sakit swasta hampir tidak terpenuhi. Permintaan 5 kilogram sekali panen. Mereka suka karena tanaman yang kami kembangkan terbukti sehat dan bergizi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Usaha tersebut sudah dilakukan awal Juni 2018 lalu. Pengembangan baru dua tempat dengan jumlah sekitar seratus lubang pot di pipa saluran air. “Kami berharap masyarakat dapat mencontoh usaha ini. Sehingga kebutuhan minimal dalam rumah tangga tidak lagi bergantung ke pasar. Apalagi cara penanaman mudah dan higenis. Meski memang agak membutuhkan biaya beli pipa dan atap plastik,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB