Di Pessel Shalter Dan Jalur Evakuasi Sebuah Keharusan, Ini Komentar Pemerhati Bencana

Penulis -

Minggu, 23 Desember 2018 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar — Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), sebagai salah satu dearah yang tergolong rawan gempa yang berdampak tsunami, sehingga keberadaan shelter dan jalur evakuasi sudah menjadi sebuah keharusan di daerah ini. 

Sebab, dari 15 kecamatan yang ada, sebayak 13 kecamatan diantaranya tergolong kecamatan yang rawan gempa berdampak tsunami.

Salah seorang Pemerhati Bencana Wisal (64) kepada Prokabar.com Minggu (23/12) mengatakan, berdasarkan pengamatan di lapangan, setidaknya daerah itu memiliki 5 hingga 7 unit shelter dengan daya tampung masing-masing 2 ribu jiwa per kecamatan.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kehadiran shelter pada kawasan padat penduduk yang berada di zona merah tsunami ini, sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa dikesampingkan, mengingat ancaman bahaya yang masih terus mengintai sebagai mana saat ini,” ujarnya. 

 

Ia menjelaskan, bahwa beberapa kawasan yang perlu mendapat perhatian itu diantaranya, Kota Painan, Salido, Sago, Pasar Baru Bayang, Batang Kapas, Surantiah, Pasar Kambang, Lakitan Koto Raya, Pulakek dan lainya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Namun yang lebih utama sekali adalah kawasan atau pemukiman penduduk yang tidak memiliki daerah dataran rendah. Sementara kawasan itu masuk pada zona merah tsunami, ” ungkapnya. 

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merencanakan dua unit gedung di daerah itu memiliki shalter. Diantaranya, kantor Walinagari Sago Kecamatan IV Jurai, dan Mapolres Pessel.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Dua kantor itu, lantai bagian atasnya yang terdiri tiga lantai akan dijadikan shelter. Tapi apa yang direncanakan belum juga terealisasi. Sedangkan kantor Walinagari Sago, tidak jelas kapan akan dibangun sebagai mana dijanjikan sebelumnya,” tutupnya. (Min) 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB