Pariaman, Prokabar – Heboh adanya pengrusakan dan pembabatan Hutan Mangrove di Desa Apar menjadi perhatian semua pihak. Sejumlah rekan-rekan wartawan langsung ke lokasi menyaksikan aksi petugas menghentikan secara paksa pengrusakan hutan yang sangat penting bagi bumi dan manusia tersebut. Namun aksi tersebut mendapat respon negatif dari oknum orang tidak dikenal.
Zikriniati, Wartawan Korang Padang Ekspres beserta beberapa awak media lainnya, sempat diintimidasi orang yang tidak diketahui identitas tersebut. “Benar, kami pas sampai di lokasi langsung ada orang mengamuk dan melarang kami untuk ambil gambar. Meski dilarang, kami tetap berdiri dan mengambil gambar di lokasi. Bahkan oknum tersebut sempat menggertak dan menelpon preman,” ungkapnya.
Informasi tersebut dibenarkan Rozi, Jurnalis Covesia dan Nanda, Jurnalis Pariaman Today. “Ada oknum diduga pelaku pembabat hutan Mangrove menghubungi beberapa orang preman,” katanya.
Meski demikian, tindakan semacam itu tidak diacukah rekan-rekan media tersebut. Berhubung Satuan Pamong Praja Kota Pariaman dan sejumlah petugas lainnya sudah berada di lokasi. “Sebenarnya mereka kesal karena proyek pembangunan terhenti. Sehingga mungkin kekesalan tersebut berimbas kepada kita awak media,” terang Nanda.
“Gertakan itu tidak akan membuat kami takut. Itu sudah biasa kami lalui di lapangan. Selagi melaksanakan tugas dengan benar, dan tidak ada tindakan anarki, segala macam intimidasi tidak akan membuat kami gentar,” sambung Zikriniati. (Rud)
















