Padang, Prokabar — Putusnya jembatan Kayu Tanam berdampak terhadap ongkos angkutan Padang-Payakumbuh maupun sebaliknya. Kenaikan ongkos dipicu jarak tempuh perjalanan semakin jauh, yaitu via Malalak.
Seperti yang dikatakan salah seorang penumpang bus tujuan Payakumbuh Ida, (50). Pada hari hari biasan, ia hanya membayar ongkos Rp. 30 ribu rupiah ke daerahnya di Suliki. Sekarang naik menjadi 35 ribu. “Naik 5 ribu rupiah dari biasanya,”kata Ida, Rabu, (12/12/2018).
Ida mengaku, hal seperti itu sudah hal biasa baginya. Sekali dalam setahun, menjelang lebaran biasanya angkos transportasi juga naik 5 ribu rupiah.
“Ini kan musibah, tidak bisa kita memprediksi. Naik 5 ribu tidak masalah, karena jalan yang dilalui bus kan tambah jauh pula,” ucapnya.
Ida berharap semoga saja jembatan yang putus di Kayu Tanam cepat diperbaiki. Minimal untuk mobil kategori menengah kebawah.
“Kasihan juga kita jika pengerjaannya lama. Semoga saja cepat selesai,” harapnya.
Senada dengan Ida, Fadil mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang juga mengatakan hal yang sama.
“Hitung-hitung tambah beli bensin buat sopir bus. Kan jauh juga, jalannya penuh tantangan lagi,” ungkap fadil. (gas)
















