Jalur Padang – Bukittinggi Putus, ACT Sumbar Turunkan Relawan

Penulis -

Selasa, 11 Desember 2018 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Cuaca buruk kembali melanda Sumatera Barat, Senin (10/12) kemarin. Kondisi tersebut membuat sejumlah lokasi terkena dampak bencana, salah satunya kawasan Kayu Tanam.

Terkait kondisi tersebut, sebanyak empat orang relawan ACT Sumatera Barat turun melakukan assesment dan juga turut membantu masyarakat yang terkena dampak bencana. 

Dari laporan Tim MRI – ACT Sumbar melaporkan bahwasanya jalur Padang – Bukittinggi belum dapat dilalui baik kendaraan roda 4 maupun roda 2. Hal ini dikarenakan Jembatan Batang Kalu di Korong Pasa Usang, Nagari Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman putus diakibatkan longsor tanah dibawah jembatan sehingga membuat jembatan ambruk pada hari Senin (10/12).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Hal ini diutarakan Aan Saputra, yang merupakan tim program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat, “ Debit air yang cukup besar dan intensitas hujan yang cukup deras hingga mengakibatkan tanah yang berada dibawah jembatan longsor dan jembatan pun ambruk kebawah.” ujarnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini untuk penyeberangan jalur motor warga sekitar membuat jembatan darurat berupa pohon kelapa disusun berjajar, “namun hal ini masih dikatakan tidak aman dikarenakan untuk menyeberang saja  harus dibantu oleh warga sekitar.” sambungnya.

Sementara itu, menurut keterangan Dino, merupakan salah seorang warga yang rumahnya berada disekitar menerangkan bahwa, putusnya jembatan ini terjadi pada pukul 18.30 WIB, “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dari peristiwa. Dan harapannya Pemerintah cepat tanggap untuk mengatasi kejadian. Hal ini dikarenakan jembatan ini merupakan akses utama penghubung antara Padang – Bukittinggi.” ungkapnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Untuk informasi yang didapat hingga saat ini Jalur utama belum dapat dilalui, sambung Aam, Namun ada beberapa jalu alternatif apabila warga Padang menuju Bukittinggi, begitu juga sebaliknya. Adapun jalur yang bisa dilalui via Malalak dan via Solok. (hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB