Relay Puncak Lawang, Sisi Lain Negeri Di Atas Awan Sumbar

Penulis -

Sabtu, 8 Desember 2018 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Diantara Puncak Lawang menuju Lawang Park, Negeri Di Atas Awan Matur, Kabupaten Agam, Sumbar terdapat destinasi baru yang cukup jadi daya tarik. Lokasi itu dinamakan Relay Puncak Lawang.

Hampir puluhan bus pariwisata setiap harinya singgah dan menikmati keindahan dan kesejukan alam Di sini. Para biro perjalanan memberi kesempatan wisatawannya untuk singgah menikmati panaroma Danau Maninjau nan memukai.

Para pelancong pada umumnya didominasi asal Aceh, Jakarta, Riau, Malaysia dan Brunai Darusallam. Di sini juga tersedia lokasi selfi dan berbagai buah tangan khas karya kerajinan masyarakat Kabupaten Agam.

Menurut Desnimar (59), pedagang setempat mengatakan  usaha tersebut sudah berlangsung 2 tahun lalu. Lokasi tanah di kontrak selama 20 tahun oleh Ninik Mamak setempat.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kerajinan yang ia jual selain dari Bukittinggi, hasil kerajinan anak nagari Matur juga sangat banyak. Seperti mukenah, tas olahan, rajutan, baju kurung, sandal datuk, pernak-pernik hiasan khas Minang serta berbagai macam makanan olahan asli dari Danau Maninjau dan Matur.

“Khusus untuk tas sandang, kami menyediakan bahan dan mengupahkannya kepada pengrajin setempat. Sedangkan kue basah dan minuman seperti Mangkuak Labu, Ubi Unggu, Stik Labu, Kerupuk Pensi, Goreng Ikan Rinuak, Goreng Ikan Bada Maninjau, Kerupuk Labu, Stik Ubi Ungu. Gula Semut Jahe serta Kopi Gula Lawang menjadi andalan daya tarik pengunjung untuk membeli. Harganya berbariasi, mulai dari 25 ribu hingga sepuluh ribu perbungkus,” tuturnya.

Sedangkan baju kaos bergambar Danau Maninjau, dipesan dari Jawa Dan baju ini sangat laris dan disukai wisman lanjutnya. Ia menjualnya senilai 40 hingga 50 ribu rupiah. Untuk Telakung bordir 200 ribu, dan Telakung Kerancang mesin hitam senilai 300 ribu rupiah.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sementara itu, Armailis (42) perintis dan pemilik Desrinasi Relay Puncak Lawang menerangkan, kedai beserta lokasi itu lahir berawal ketertarikannya untuk mengolah lahan yang sangat potensial. Setelah berhasil menyewa tanah dari pemilik lahan, kemudian menggarap bersama keluarga besarnya dan dirancang sedemikian rupa.

“Berbagai upaya dan inovasi, akhirnya kami berhasil mengubah perbukitan ini menjadi Desrinasi baru,” terang Armailis.

Dia bersama adik-adiknya membuat hiasan dan sarana untuk berselfi. Didukung kedai dilengkapi berbagai kerajinan oleh-oleh sebagai buah tangan wisatawan dibawa ke kampung halamannya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Pengunjung sangat ramai, terutama Di musim libur sekolah. Bus pariwisata masuk ke lokasi tersebut bisa mencapai 15 unit perharinya. Malaysia adalah negara tetangga yang paling sering berkunjung. Pengunjung biasanya datang selalu menyesuaikan kondisi cuaca. Karena mereka akan bisa menikmati panaroma, ketika cuaca cerah.

“Atas usaha yang saya lakukan ini, saya bahkan mendapat penghargaan dari Pemerintah Nagari, karena sudah membantu peningkatan perekonomian masyarakat. Menggairahkan pengrajin makanan ringan serta tingkat kunjungan wisatawan,” ungkapnya.

Ia mengaku ingin meningkatkan dan mengembangkan objek wisata itu lebih baik lagi, namun terkendala modal. “Saya kesulitan mencari tambahan modal usaha. Selalu kesulitan akibat minimnya pengetahuan terhadap prosedur untuk melakukan peminjaman modal,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB