Padang, Prokabar — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang menghimbau kepada umat muslim agar tidak ikut-ikutan dalam merayakan natal. Khususnya bagi karyawan dan pegawai agar tidak menggunakan atribut natal.
Imbauan ini disampaikan menyusul sudah semakin maraknya peringatan natal dan tahun baru dibeberapa toko, hotel dan pusat perbelanjaan. Dibeberapa Plaza dan Hotel serta pusat perbelanjaan yang ada di Padang sudah mulai mendekorasi interior tempat usahanya dengan tema natal.
Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kota Padang, Duski Samad yang dihubungi Prokabar, mengatakan silahkan masing-masing umat beragama memakai pakaian dan atribut sesuai keyakinannya. Namun tetap patuhi aturan untuk kebaikan bersama.
“Umat islam saya himbau untuk tidak ikut-ikutan merayakanya. Apalagi sampai menggunakan atribut natal. Itu tidak boleh. Jadi jangan campur adukkan antara akidah dengan pergaulan sosial,” katanya.
Pihaknya juga menghimbau kepada pemilik usaha dan manager baik pusat perbelanjaan, mall, hotel, swalayan atau perusahaan agar tidak memaksakan karyawanya yang beraga islam untuk menggunakan atribut natal atau merayakanya.
“Kepatuhan pada regulasi dan moral mewajibkan pemilik usaha tidak memaksakan pakaian, atribut dan apapun yang berkaitan dengan beda iman. Dan yang paling penting umat non muslim yang akan natal, hormati adat, moral, dan aturan itu artinya sudah menjaga kehormatan bersama.” ujarnya. (hdp)
















