Pessel, Prokabar – Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni menduga banjir yang terjadi di Kecamatan Lengayang, baru-baru ini berkaitan dengan maraknya aktivitas praktik pembalakan liar.
“Nama tukang backing sudah saya kantongi. Terkait hal ini saya akan berkoordinasi langsung dengan Kapolda,” ujarnya Bupati saat meninjau beberapa nagari yang terdampak banjir di Lengayang, Senin (3/12).
Maraknya aktivitas pembalakan hutan di daerah tersebut diterima langsung atas laporan masyarakat. Setidaknya, ada sekitar 650 hektare rusak terdampak pembalakan liar.
“Bagian hutannya terdapat di Kampung Kulam dan Pasie Laweh. Kalau tidak cepat ditindak, daerah kita akan hancur akibat banjir yang tak berkesudahan,” ungkapnya.
Pihaknya sangat mengecam adanya pembalakan liar. Sebab, selain berdampak buruk terhadap ekosistem peremajaan hutan juga berdampak buruk terhadap nyawa masyarakat, tegas Mantan Perwira menengah itu.
“Jika semuanya berdiam diri maka kejadian ini akan kembali terjadi bahkan bisa lebih parah. Bagi masyarakat lapor ke saya bila ada yang mengancam-ngancam,” jelasnya.
Wakapolsek Lengayang, Ipda A Deri Jambak mengakui, beberapa waktu lalu pihaknya sudah turun ke lapangan melakukan penindakan terhadap aktivitas pembalakan liar di wilayah itu.
“Namun, karena keterbatasan personel serta kondisi yang kurang kondusif akhirnya anggota mundur,” tutupnya singkat.(min)
















