Angka Stunting di Sumbar Masih Tinggi

Penulis -

Senin, 3 Desember 2018 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Dinas Kesehatan Sumbar menyebutkan bahwa jumlah balita stunting (kerdil) di Sumbar, sepenjang 2015-2018 selalu diatas 20 persen (20%). Seharusnya temuan balita stunting harus di bawah angka tersebut.

“Seharusnya berada dibawah angka 20 persen (20%) dari seluruh balita,” sebut Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday.

Stunting sendiri adalah kondisi gagal tumbuh pada anak Balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. 

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dikatakan Merry, stunting disebabkan multidimensi seperti, Praktek pengasuhan yg tidak baik, Terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC, post natal dan pembelajaran dini yg berkualitas, kemudian Kurangnya akses ke makanan bergizi dan Kurangnya akses ke air bersih atau akses jamban yang bersih.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Akibatnya, stunting berdampak pada  tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkn prokdutifitas, dampak ke depab menghambat pertumbuhan ekonomi dan produktivitas pasar kerja yg berujung meningkatkan kemiskinan dan kesenjangan.

Sementara, laporan World Bank investing in early years brief 2016: stunting mengakibatkan hilangnya 11% GDP, mengurangi pendapatan pekerja dewasa hingga 20%. Stunting diperkirakan dapat mengurangi 10% dari total pendapatan seumur hidup sehingga menimbulkan kemiskinan antar generasi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Menyikapi masalah stunting ini, kata Merry, Dinkes Sumbar telah melakukan penanganan bagi balita yang sudah terkena stunting yaitu berupa pengasuhan, stimulasi, dan pendidikan berkelanjutan.

“Menyediakan akses air bersih, sanitasi dan lain lain” tutupnya.(gas)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB