Menyelewengkan Dana Desa, Walinagari di Pasaman Ini Minta Damai

Penulis -

Kamis, 29 November 2018 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Ugal-ugalan jugalah dalam mengelola Anggaran Dana Desa (ADD), didatangi polisi jadinya. Kalau sudah begini, kerjapun tak lagi enak, seperti Walinagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, Bondan Kusbianto yang dibayang-bayangi jeratan bui. 

Tindakannya penyelewengan ADD dengan jumlah yang sangat fantastis, membuat penyidik Polres Pasaman mengeluarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Tim penyidik pun langsung terjun ke lapangan. Menyidiki kasus realisasi ADD tahun 2016 dan 2017 yang diduga banyak tidak bisa dipertanggungjawabkan Bondan selaku walinagari.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Siap, 86 (dilanjutkan red),” kata Kasatreskrim Polres Pasaman, AKP Lazuardi saat dikonfirmasi terbitnya SPDP itu, Kamis (29/11).

Menanggapi hal ini, Walinagari Bondan membenarkan kisruh yang tengah dideranya itu. Melalui telpon, Bondan mengakui, memang banyak anggaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan saat tahun anggaran 2016 dan 2017.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Iya, ada penyidik turun ke nagari. Menyidiki kasus dugaan ini, sudah sekitar 10 harian,” kata Bondan.

Ironisnya, dari laporan hingga temuan inspektorat Pasaman itu, Bondan mengakui, ada sekitar Rp200 juta lebih anggaran yang sebelumnya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Ya begitulah, 200 lebih. Tapi saat ini, saya dan pemerintah nagari sedang koordinasi dengan inspektorat dan kepolisian. Berharap kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Lagian, danaya juga sudah dikembalikan,” kata Bondan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Bondan mengaku, saat ini pemerintahan nagarinya sedang terguncang berat. Perangkat pemerintahan tidak fokus lagi bekerja. “Itulah, ngeri efeknya. Sayapun juga terguncang,” tutup Walinagari Bondan. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB