Padang, Prokabar — Hingga penghujung November ini capaian Imunisasi measles dan rubella (MR) di Kota Padang baru menyentuh angka 49,2 persen. Angka ini jauh dari target yang ditetapkan yakni 95 persen.
Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Padang Tutwiri Handayani dalam kegiatan desiminasi informasi di Media Center Balai Kota Padang mengaku pihaknya berupaya mengejar pencapaian program hingga penghujung tahun.
“Ada sejumlah langkah yang akan kita lakukan, seperti minggu pertama Desember kita akan lakukan penyuluhan dan terfokus di Posyandu-posyandu, lalu minggu kedua kita akan kembali ke sekolah-sekolah karena saat itu anak-anak ada classmeeting.” ungkapnya.
Selain itu, pemerintah kota Padang juga telah mengeluarkan edaran adanya surat keterangan imunisasi sebagai salah satu syarat masuk sekolah. “Surat itu umum nya juga diminta sebagai syarat jika ada anak mau berpergian ke luar negeri.“ sambungnya.
Kemudian pihaknya juga menggandeng da’i dan penyuluh yang ada di Kota Padang, bersinergi dengan Forkopimda seperti Polresta, Kodim 0312/Padang, Kejari dan instansi terkait dengan masing-masing jajarannya. Lebih lanjut lagi juga melakukan penyuluhan secara berkelompok bagaimana menjelaskan kepada masyarakat bahwa pentingnya imunisasi MR bagi anak mulai berusia 9 bulan sampai 15 tahun.
Dinas Kesehatan mengharapkan semua unsur dan masyarakat dapat bersama-sama saling mendukung kegiatan imunisasi campak dan rubella sebagai bentuk ikhtiar untuk meningkatka kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.
“Anak-anak saat ini adalah aset bangsa dan kita berkewajiban menjadikan mereka sehat dan mencegah tertular penyakit campak dan rubella,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang, dari 227.851 jiwa sasaran imunisasi campak dan rubella hingga saat ini yang baru diimunisasi baru sebanyak 112.331 anak dengan rentang usia 9 bulan sampai 15 tahun.
Ia merinci dari 112.331 orang yang telah diimunisasi untuk tingkat SD sebanyak 51.504 jiwa, SMP 29.889 jiwa dan yang dilakukan di Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya sebanyak 30.938 jiwa.
Sementara jumlah anak yang belum diimunisasi untuk tingkat SD sebanyak 42.990 jiwa, SMP 17.085 dan di Posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya 55.445 jiwa.
Sementara itu, Dokter Asmaniar Saleh, perwakilan UNICEF yang turut hadir menjelaskan belum maksimal cakupan imuniasai hanya menurunkan penularan tapi meningkatkan resiko Rubella pada anak yang lebih tua.
“Ada 18 konsultan UNICEF di sebar di sejumlah daerah. Padang dipilih karena populasi paling besar di Sumatera Barat, jika cakupan tinggi akan mendorong kabupaten lainnya juga. Selain itu dukungan pemerintah juga tinggi, Padang bisa jadi pionir“ terangnya. (hdp)
















