Limapuluh Kota, Prokabar –
Ribuan orang memadati kediaman Tami Julian (25), korban pesawat Lion Air JT-610 yang dimakamkan di kampung halamannya di Kampung Aia Randah, Gadut, Lareh Sago Halaban, Limapuluh Kota.
Pemakaman Tami, berlangsung penuh tangis. Orangtua dan sanak saudaranya, tidak menyangka, anak lelaki yang dikenal baik laku itu, akan pergi untuk selama lamanya.

“Atas nama Pemkab Limapuluh Kota, kami turhmut berduka cita,” kata Wakil Bupati Ferizal Ridwan, di rumah duka. Wabup kebetukan juga berasal dari kecamatan yang sama dengan korban, Lareh Sago Halaban.
Robbi Muchsis, kerabat almarhum Tami Julian mengaku, sangat kehilangan sosok adiknya. “Tami anak yang sopan, rajin dan sayang dengan keluarga,” kata Robbi Muchsis.
Sebelumnya, jenazah korban kecelakaan Lion Air JT-610, Tami Julian (25 tahun), tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman Sabtu (17/11) sekitar pukul 11.50 WIB.
Paman Tami Julian, Hengki mengatakan, Tami dikenal sebagai anak yang baik. Korban juga dikenal akrab dengan rekan-rekan kerjanya di Telkomsel.

Jasad Tami berhasil diidentifikasi melalui DNA oleh tim DVI Polri kemarin. Sejauh ini, sudah 95 korban teridentifikasi. Tim DVI Polri masih berusaha maksimal dan all out dalam mengidentifikasi seluruh korban. (vbm)
















