Tanah Datar, Prokabar – Bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang melanda Kota Palu dan Donggala beberapa waktu lalu menjadi duka bagi masyarakat Tanah Datar yang mencari peruntungan di daerah tersebut. Bertahun-tahun mengais pundi-pundi rupiah, kini semuanya hancur hanya sekejap mata.
Bahkan, untuk menyambung hidup, para perantau tersebut satu persatu telah kembali ke kampung halaman mereka. Bahkan sebagian lainnya, memilih bertahan di tenda pengungsian.
Rika silvia, salah seorang korban gempa dan tsunami palu asal Rajo Dani Kecamatan Padang Ganting. mengatakan, bersama teman seperantauan yang juga warga Tanah Datar, mereka keluar dari kota Palu dengan menumpang pesawat Hercules milik TNI AU tujuan Palu – Makasar – Jakarta.
“Karena kami tidak lagi memiliki uang, dari Jakarta kami pulang ke kampung halaman bahkan harus mengandalkan bantuan pihak keluarga masing-masing,” ucapnya.

Rika menambahkan jika suaminya saat ini telah kembali ke Palu untuk melihat kondisi toko mereka dan mencari mobil yang dijarah oleh orang setelah gempa terjadi.
“Mudah-mudahan masih ada rezeki disana,” harap Rika didampingi tiga anaknya,
Beruntung bagi Afrianto warga Nagari Gurun. Tak jauh berbeda dengan Rika, ia sekeluarga dipulangkan oleh Pemerintah Daerah Tanah Datar melalui Dinas Sosial. Keluarga ini dijemput ke Bandara International Minangkabau (BIM) Padang Pariaman dan diantar hingga ke rumah orang tuanya di Dusun Ladang Batur, Jorong Luak Gadang beberapa waktu lalu.
Dinas Sosial Kabupaten Tanah Datar mencatat, terdapat 33 KK atau sekitar 81 jiwa warga Tanah Datar yang berdomisili di Kota Palu dan sekitarnya. Pada umumnya mereka berprofesi sebagai pedagang.
Pasca bencana, kini sebagian dari perantau tersebut telah pulang ke kampung karena trauma berat yang mereka rasakan. Meski demikian, sebagian lainnya masih tetap bertahan di tenda-tenda pengungsian.
Sebagai bentuk rasa duka, masyarakat Tanah Datar dari berbagai unsur berinisiatif menggalang dana dan saat ini terkumpul sebesar Rp. 184 juta. Sumbangan juga telah disalurkan kepada 11 KK dengan total Rp65 juta. Sumbangan masyarakat Tanah Datar ini nantinya juga akan disalurkan kepada warga Tanah Datar yang masih berada di kota Palu dan sekitarnya
Irdinansyah berpesan, bagi yang terkena musibah tidak putus asa dan bangkit kembali menata kehidupan baru baik yang berencana tetap di Palu maupun yang akan menetap di kampung halaman.
“Ujian ini ibarat untuk naik kelas, ikhlas menghadapinya Insya Allah akan naik kelas,” ucap Irdinansyah.(eym)
















