Duka Musibah Lion Air, 151 Keluarga Keluarga Gelisah Sepanjang Hari

Penulis -

Selasa, 30 Oktober 2018 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Perasaan tak menentu, gelisah tak bertepi dialami ratusan orang. Mereka menanti kabar keluarga mereka yang jadi penumpang Lion Air.

Pada Selasa (30/10) setidaknya 151 keluarga dari korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang, Bangka Belitung yang terjatuh di perairan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10) saat ini menanti kepastian hasil identifikasi DNA.

Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmanto di Jakarta, Selasa menyatakan untuk pemeriksaan DNA, Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur sudah menerima sekitar 151 anggota keluarga korban.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Untuk pemeriksaan DNA ini sudah kami buka juga, dan sampai dengan Selasa pagi sudah ada 151 keluarga,” katanya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan DNA dilakukan secara bertahap karena dalam  kegiatan antemortem tidak semua keluarga yang datang bisa diperiksa DNA-nya.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Selain itu untuk mendukung pemulihan kekuarga korban, Ari Dono Sukmanto mengatakan pihaknya menyediakan pos “trauma healing” untuk penyembuhan secara psikologi.

“Ada beberapa ahli-ahli psikologi selain dari Polri, UI, beberapa rumah sakit, termasuk TNI juga bergabung di sini untuk memberikan terapi-terapi psikologi kepada keluarga korban,” katanya menambahkan pada antara.

Di sisi lain, Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Musyafak mengatakan identifikasi para korban akan difokuskan pada data yang masuk untuk mempersingkat proses.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Kalau misalnya dewasa dan hanya serpihan memang membutuhkan data lengkap antemortem, sampel DNA-nya, baik antem maupun post mortem kita periksa. Saya sampaikan tadi 4-5 hari baru teridentifikasi,” ujar Musyafak.

“Yang pasti bisa diperiksa adalah  orang tua atau anak korban,” katanya. (*/nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB