Jakarta, Prokabar – Keluarga penunpang Lion Air sudah berdatangan ke bandara Pangkal Pinang, sejak Senin (29/10) pagi. Sementara tim SAR belum menemukan para penumpang.
Mereka sedih, banyak yang menangis. Tak sabaran menunggu informasi mutakhir. Beberapa orang terlihat duduk dan gelisah.
*Menyelam*
Tim elite personel TNI Angkatan Laut, Komando Pasukan Katak (Kopaska) tengah bersiap melakukan penyelaman untuk mengecek bangkai pesawat di Perairan Karawang, Jawa Barat, Senin.
“Dua Sea Rider tim Kopaska sudah tiba dan sedang persiapan yang dibantu Basarnas untuk penyelaman,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Kolonel Laut (P) M Zaenal, di Jakarta, Senin.
Menurut dia, sejumlah kapal perang telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi korban dan bangkai pesawat.
“KRI Sikuda-863, KRI Tenggiri-865 dan Kal Kobra-867 sudah berada di lokasi ditemukannya serpihan pesawat,” kata Zaenal.
Selain itu, TNI AL juga mengerahkan KRI Rigel-933 yang memiliki kemampuan mendeteksi keberadaan benda dalam air, 10 tim survey Pushidrosal, KAL Sanca-815, 5 unit Sea Rider, Tim Penyelam, Denjaka, Taifib sebanyak 40 orang dari Komando Armada I, Lantamal III Jakarta, dan Marinir, Jakarta, tulis antara.
Pengerahan beberapa unsur kapal perang (KRI) untuk melaksanakan Search and Resque (SAR) jatuhnya pesawat terbang Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang di Perairan Karawang, Jawa Barat yang sebelumnya mengalami “lost contact”.
Pesawat tersebut membawa 189 penumpang dan jatuh di sekitar Perairan Karawang.
















