​Nah, 54 Ribu Pelanggan PLN Komplain

Penulis -

Senin, 12 Juni 2017 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar. Sebanyak 54 ribu komplain pelanggan masuk ke PLN. Mereka pemakai listrik 900 VA dan protes kemahalan bayar listrik bulanan.
“Apa kek cabut subsidi, yang jelas kami bayar mahal,sudah gak sanggup,” kata Prapti pelanggan di Pejaten, Jakarta.

Pada Senin (12/6/2017) Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, sebanyak 18,1 juta pelanggan dicabut subsidinya, 54 ribu di antaranya protes.

Pemerintah melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) sedang mencocokan dan mendeteksi by name by adress apakah mereka memang masih layak menerima subsidi atau tidak.

Saat ini, sesuai data PLN, ada 4,1 juta pelanggan listrik rumah tangga 900 VA tidak mampu dan 27 juta pelanggan listrik rumah tangga 450 VA yang menikmati subsidi. Yang kena subsidi mereka hanya bayar Rp 605 per kilo Watt hour (kWh) untuk golongan 900 VA dan Rp 415 per kWh untuk golongan 450 VA.

Sementara itu, Istana juga angkat bicara. Kepala Staf Kepresidenan, teten Masduki menyebut, sama-sekali tidak ada kenaikan TDL.

“Tidak ada,” katanya Senin (12/6/2017)

Yang ada kata dia, kategori 450 VA, justru mendapat tambahan subsidi.

Apapun rakyat merasakan, pengeluaran mereka bertambah, tak listrik, tak harga-harga, semua naik. Sebentar lagi mau lebaran pula. Anak sekolah atau kuliah. Pajak banyak pula.

“Hebatlah pemerintah, yang diperas rakyat melulu,” sebut seorang tukang ojek di Mampang Prapatan, jakarta. Nah. (nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB