Jakarta, Prokabar — Dengan potensi kekayaan keanekaragaman yang dimiliki dalam berbagai bidang, Indonesia sudah sepantasnya menjadi pemimpin dunia dalam hal ekonomi kreatif. Hal inilah yang menjadi alasan utama digelarnya The World Conference on Creative Economy (WCCE) di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali pada 6 – 8 November 2018.
Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengungkapkan WCCE hadir untuk pertama kalinya dalam sejarah ekonomi kreatif di dunia, Indonesia tercatat pula sebagai penggagas pertama forum ini.
“Ini penting guna memposisikan Indonesia bisa turut maju sebagai pioner ekonomi kreatif bersama negara-negara yang sudah labih dulu maju, serta membantu negara yang sedang berkembang dan tengah membidik sektor ekonomi kreatif,” katanya, Kamis (25/10)
Triawan menuturkan potensi ekonomi kreatif dunia yang sangat besar dan berpeluang menjadi sektor ekonomi utama baru yang sangat ramah lingkungan (green economy), namun masih banyak memiliki kekurangan mulai dari regulasi hingga ekosistemnya, juga menjadi alasan utama digelarnya konferensi ini.
“Dengan tema utama Inclusively Creative, selain membahas dua hal utama yakni regulasi dan ekosistemnya, potensi ekonomi berkelanjutan atau efek dari ekonomi kreatif juga akan dibahas dalam konferensi tingkat dunia ini,” tutur Triawan.
Digelarnya WCCE ini menurut Triawan Munaf, dengan anggaran yang tidak besar dipastikan multiplier effect-nya dengan prinsip keberlanjutan ekonomi (suistainable economy) bukan hanya bagi Indonesia kedepannya, tapi dunia akan mencatat berkat Indonesia ekonomi kreatif bisa menjadi kekuatan yang tak ada habisnya karena sangat ramah lingkungan.
“Setelah event Annual Meeting IMF-World Bank Group beberapa waktu lalu yang menuai banyak apresiasi di tengah kondisi ekonomi dunia yang bergejolak, Indonesia akan memastikan acara WCCE ini berjalan lancar menghasilkan bukan hanya branding ekonomi kreatifnya tapi regulasi hingga ekosistemnya makin jelas dan kokoh,” jelas Triawan.
Triawan juga menyampaikan Bekraf berkolaborasi bersama sejumlah stakeholder lain guna suksesnya pagelaran ini, terutama berkat kerja sama erat dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
WCCE akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo dan diikuti oleh sedikitnya 1000 peserta dari dalam dan luar negeri, baik pejabat setingkat Menteri maupun CEO dunia usaha, akademisi, media dan pelaku ekonomi kreatif.
Sebagaimana disebut oleh Badan PBB United Nations Conference on Trade and Development (UNCTD), WCCE merupakan konferensi ekonomi kreatif pertama di dunia. Forum ini diharapkan akan membuka jejaring di antara seluruh pemangku kepentingan pelaku ekonomi kreatif global, sekaligus menghasilkan berbagai masukan untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif sebagai lokomotif perekonomian global.
Dengan tema utama Inclusively Creative, WCCE akan 5 isu utama yaitu kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem dan pembiayaan industri kreatif.
Sejumlah tokoh internasional dan nasional telah menyatakan konfirmasinya untuk tampil di WCCE, antara lain: Presiden China Film Corporation Le Kexi (Tiongkok), penulis buku ‘Orange Economy Felipe Buitrago Restrepo (Kolombia), Wakil Presiden LEGO Peter Trilingsgraad (Denmark), CEO BAP Production Bolanle Austen-Peters (Nigeria), Menteri Keuangan Dr. Sri Mulyani Indrawati, CEO Buka Lapak Achmad Zaky, dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya.
‘’Para pembicara dari berbagai belahan dunia akan menyampaikan pandangan mereka mengenai kondisi ekonomi kreatif saat ini dan visi mereka mengenai masa depan. Dengan begitu, para Menteri dari berbagai negara akan mendiskusikan kebijakan di setiap negara dan model-model kerja sama internasional yang dapat diterapkan untuk memajukan ekonomi kreatif global,” jelasnya.
WCCE diharapkan juga dapat memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai katalisator bagi komunikasi dan pemahaman yang dapat menjembatani hubungan ekonomi dan budaya. Hal ini sangat dimungkinkan karena sifatnya yang inklusif, yang memberikan kesempatan yang sama untuk semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin, latar belakang, dan lokasi geografis.
Selama Konferensi juga akan digelar CreatiVillage, pameran ide, konsep, dan produk kreatif dari berbagai negara. Ruang-ruang pertemuan disiapkan untuk Workshop, Dialog, dan Film Screening. ‘’Kami juga akan menyelenggarakan berbagai forum bisnis dan investasi, serta business-matching,’’ ungkap Triawan.
Bekraf mengaku sudah membuka pendaftaran untuk para pelaku ekonomi kreatif untuk menghadiri WCCE dengan melakukan registrasi melalui www.wcce.id. Pendaftaran dibuka mulai Selasa, 25 September 2018 lalu. Hingga kini diklaim sudah lebih dari 700 an pendaftar yang sudah mendaftar secara online. Hingga hari pelaksanaan diperkirakan lebih dari 1000 peserta akan datang. (IP/hdp)
















