Tanah Datar, Prokabar – Hari terakhir pelaksanaan wirabraja pacu kuda open race dan tradisional 2018 di gelanggang Dang Tuanku Bukit Gombak dibanjiri penonton.
Dibandingkan hari pertama (kemaren), pada hari puluhan ribu masyarakat Tanah Datar, dan kabupaten tetangga tumpah ruah menyaksikan event yang biasanya diselenggarakan satu kali dalam satu tahun ini.
Tidak jauh berbeda dengan hari pertama, pada hari kedua juga memperlombakan 10 race dengan diikuti puluhan ekor kuda yang datang dari berbagai kabupaten kota di sumatra barat. Selain itu, kuda pacuan ini juga datang dari provinsi tetangga, seperti Sumatera Utara, Aceh, dan Jambi.
Pacu kuda yang diselenggarakan dalam rangka HUT TNI ke 73 ini diikuti 63 ekor kuda, empat diantaranya berasal dari provinsi tentangga, dan selebihnya berasal dari berbagai kabupaten kota di Sumatera Barat.
Dalam sambutannya, Dandim 0307 Tanah Datar, Letkol Inf. Edi S Harahap mengucapkan terima kasih kepada pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pacu kuda ini, terkhusus kepada ninik mamak tigo nagari, Baringin, Pagaruyung dan Saruaso. Dandim pun berharap, pada tahun depan alek anak nagari pacu kuda juga dapat diselenggarakan hendaknya.
“Saya selaku ketua panitia dan mewakili panitia lainnya, mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan hingga pacu kuda wirabraja bisa dilaksanakan dengan baik dan aman. Harapan kita semua, tahun depan, pacu kuda dapat diselenggarakan lagi.” Ujar Dandim
Pada tahun lalu, alek nagari pacu kuda sempat tertunda pelaksanaannya, dan hal ini terjadi karena persoalan tapal batas nagari yang melibatkan dua nagari, Baringin dan Saruaso.(eym)
















