Karyawan Puskesmas Cubadak Pasaman Mogok Kerja, Ini Penyebabnya

Penulis -

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Hari demi hari, pelayanan serta kinerja Pukesmas Cubadak, Kecamatan Duo Koto terus merosot. Banyak permasalahan internal yang terjadi di sana. Sampai-sampai, belasan karyawan Pukesmas setempat mogok kerja, Sabtu (20/10).

Para karyawan yang mogok mengaku tidak tahan lagi dengan perilaku Kepala Pukesmas dokter Tarigan. Jangankan inovasi untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, permasalahan internal saja, sampai berlarut-larut, tak kunjung ada tindakan yang diambil oleh Tarigan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Tidak amanah, tidak bertanggung jawab sampai-sampai tidak bisa lagi memimpin Pukesmas. Begitu benar yang dirasakan karyawan hingga memilih mogok.

“Kami tidak tahan lagi dengan sikap pak kepala, Tarigan. Uang jasa pelayanan selama empat bulan ini belum juga cair-cair. Seharusnya, sebagai kepala, permasalahan ini cepat diselesaikan,” kata salah satu karyawan, Rosneli.

Menurut Rosneli, para karyawan sudah berkali-kali meminta penyelesaian, kapan dana jasa pelayanan itu dibayarkan. Namun tak kunjung mendapat kejelasan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Sebenarnya permasalahan di Puskesmas Cubadak ini sudah banyak. Ini bukan hanya persoalan gaji atau jasa pelayanan yang belum dibayarkan,” tuturnya.

Permasalahan lainnya yakni, tidak tersedianya kartu anak, kartu ibu, dan alat suntik KB untuk pasien sejak Maret 2018.
Atas kejadian ini, Tarigan membenarkan karyawannya mogok kerja. Menurutnya, keterlambatan pencaiaran uang jasa atau semacamnya tersangkut pada belum cairnya anggaran dari pemerintah.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Ini hanya masalah komunikasi. Uang itu masih ada, hanya saja belum cair. Perihal masalah tidak tersedianya beberapa fasilitas (kartu anak, ibu dan suntik KB), itu tidak benar,” kata Tarigan.

Ia memastikan, pasca mogok tadi, pihaknya bakal menggelar koordinasi bersama dengan pihak Dinas Kesehatan, Minggu (21/10). (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB