Candrianto: Pramuka Merupakan Pelaksanaan Kursus Berbasis Segmental

Penulis -

Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Kepala Pusdiklatda Kwarda 03 Sumbar, Candrianto, menekankan Kwarcab Agam tentang hasil keputusan Kwarnas Nomor 048 Tahun 2018, tentang Sistem Pendidikan dan pelatihan kepramukaan, termasuk kebijakan kemendikbud nomor 63 tahun 2014 tentang pendidikan kepramukaan sebagai ekstrakurlikuler wajib pendidikan. Dapat dipedomani dan dilaksanakan sesuai aturan yang ada.

Ia juga mengingatkan untuk melengkapi atribut diperlukan seorang pelatih. Karena pelatih suritauladan bagi peserta didik dan lingkungan masyarakat sekitarnya. “Itulah pradigma seorang pelatih pramuka,”kata kak Can dengan kocak memberikan materi kepramukaan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ciri utama gerakan pramuka adalah pendidikan yang berbasis belajar sambil melakukan (learning by doing) di alam terbuka. Melalui pola berkelompok dan keterampilan menarik serta menyenangkan anak didik. “Itulah pelaksanaan kursus berbasis Segmental,” terangnya lagi.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Materi selama pitaran pelatih yakni sistem pendidikan dan pelatihan pramuka, pencermatan kurikulum KMD dan KML, Pencermatan kurikulum KPD dan KPL, Undang-undang kepramukaan dan game. “Kebijakan Kemendikbud tentang Panduan Ekstrakurikuler Wajib, serta beberapa kebijakan tentang pengembangan kepramukaan,” tuturnya.

Hasil kegiatan akan melahirkan beberapa rekomendasi yang perlu mendapat perhatian khusus. Diantaranya perlu kerjasama Kwarcab Agam dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait pelaksanaan ekstrakurikuler wajib pramuka. “Kita perlu membentuk tim pelaksana kelembagaan pendidikan kepramukaan sebagai sektrakurikulum wajib yang melibatkan unsur pelatih pramuka, pembina, koordinator, pengawas sekolah dan staf dinas pendidikan kebudayaan. Serta dunia usaha lainnya melalui adanya tim asesor akreditasi gugus depan,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB