Soal Kurikulum Mitigasi Bencana, Ini Kata Gubernur Sumbar

Penulis -

Senin, 15 Oktober 2018 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Meski daerah ini rawan bencana, namun Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menilai mitigasi bencana tidak perlu masuk kurikulum dengan menjadi mata pelajaran tersendiri karena akan memberatkan siswa.

“Kurikulum sekolah kita sudah sangat padat. Tidak memungkinkan untuk ditambah lagi dengan mata pelajaran baru meski sifatnya sangat penting,” katanya, Senin (15/10).

Ia mengatakan itu terkait wacana memasukkan mitigasi bencana dalam kurikulum sekolah PAUD hingga SMA di provinsi rawan bencana untuk menciptakan generasi sadar bencana.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Irwan yang sebelum menjadi gubernur adalah seorang praktisi pendidikan menyebut kurikulum yang padat sangat memberatkan siswa. Apalagi jika guru masing-masing mata pelajaran memberikan pekerjaan rumah.

“Jika ditambah lagi dengan mata pelajaran mitigasi bencana akan lebih membebani anak,” ujarnya.

Meski demikian ia memahami pentingnya pemahaman mitigasi bagi masyarakat terutama generasi muda Sumbar karena provinsi itu memiliki sangat rawan bencana.

Gempa dan tsunami merupakan bencana yang paling ditakuti karena bisa menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi yang amat banyak.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Solusinya menurut Irwan adalah memasukkan materi mitigasi bencana pada mata pelajaran yang telah ada.

Integrasi itu dilakukan pada seluruh mata pelajaran yang sangat memungkinkan seperti geografi, ekonomi bahkan agama.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Burhasman menilai metode integrasi merupakan solusi yang paling memungkinkan untuk mengajarkan mitigasi bencana di sekolah.

“Menjadikan mitigasi bencana sebagai sebuah mata pelajaran tersendiri seperti Budaya Alam Minangkabau (BAM) yang dijadikan muatan lokal akan menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya alokasi jam pelajaran yang telah penuh yaitu 40 jam per minggu,” katanya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Setidaknya mata pelajaran baru akan butuh dua jam pelajaran seminggu jam belajar siswa otomatis bertambah.

Mata pelajaran baru juga butuh dukungan tenaga guru yang punya kapasitas dan latar belakang ilmu pendidikan.

Karena itu metode integrasi bisa menjadi alternatif yang bisa digunakan dengan menambah pengetahuan guru sejumlah mata pelajaran terkait mitigasi bencana.

Mata pelajaran yang bisa diintegrasikan diantaranya geografi, agama, biologi, sosiologi, ekonomi, astronomi dan fisika. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB