Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Tanjung Bonai 7 Hari

Penulis -

Jumat, 12 Oktober 2018 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Pemerintah kabupatenbTanah Datar menetapkan masa tanggap darurat banjir bandang Lintau Buo Utara selama 7 hari. Masa tanggap darurat tersebut dimulai dari tanggal 12 Oktober hingga 19 Oktober mendatang.

Penetapan masa tanggap darurat ini setelah dilakukannya rapat kordinasi bersama Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, Wakil Bupati Zuldafri Darma, Kapolres dan Dandim serta pejabat terkait lainnya pada Jumat sore (12/10) di halaman Posko Bencana di Mapolsek Lintau Buo Utara.

Bupati Tanah Datar mengungkapkan jika berdasarkan evaluasi yang dilakukan dampak bencana yang terjadi melebihi perkiraan. Sebelumnya, perkiraan korban banjir bandang hanya 3 orang, namun berdasarkan data terbaru menjadi 4 orang dan 2 orang lainnya masih dalam pencarian. Selain itu, juga terjadi kerusakan terhadap infrastruktur irigasi, jembatan, jalan, ternak warga, sawah dan ladang milik warga.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

” Dampak bencana tidak hanya terjadi di kecamatan Lintau Buo Utara ini saja, melainkan juga melanda beberapa kecamatan, seperti Lintau Buo Padang Ganting, Batipuah, dan Sungayang. Dan kami, Pemerintah daerah juga telah memberikan himbauan kepada pemerintah kecamatan dan nagari untuk melaporkan dampak bencana yang terjadi dimasing masing wilayah, ” ucap Bupati

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Selama masa tanggap darurat, pemerintah akan memfokuskan pada pencarian korban dan evakuasi serta pembersihan areal yang terdampak bencana.

” Pertama, kita fokus pada pencarian korban, dan kedua eva pembersihan material lumpur, serta infrastruktur lain dan evakuasi terhadap kendaraan dan bangunan yang dihanyutkan oleh banjir. Selain itu kita juga akan mengkaji dampak yang lebih besar, seperti pemberaihan terhadap jembatan, karena dibutuhkan saluran air. Terlebih saat ini masih hujan,” tambah Bupati.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Menanggapi adanya kemungkinan tambahan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, Bupati mengatakan jika tidak mengetahui secara pasti akan hal tersebut. Namun, daerah aliran banjir bandang merupakam kawasan istirahat bagi pengguna jalan.

” Untuk penduduk disini sudah tidak ada, namun kita khawatirkan korban ada pada pengguna jalan. Namun kita berharap hal terswbut tidak terjadi,” ujar bupati.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB