Padang, Prokabar – Kota Padang boleh berbangga soal angka buta huruf. Dari catatan Dinas Pendidikan Kota Padang angka buta huruf hanya 0,29 persen. Angka ini jauh di bawah angka buta huruf nasional yaitu 2,07 persen.
Hal ini tidak terlepas dari peran semua pihak, termasuk lembaga pendidikan informal. PKBM dan PAUD berpartisipasi besar dalam menekan angka buta huruf di Kota Padang.
“Pada Hari Aksara Internasional, kita memberikan apresiasi kepada lembaga informal. PAUD dan PKBM adalah lembaga yang tidak bisa dipisahkan dari Dinas Pendidikan,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Barlius.
Apresiasi tersebut dilakukan dalam bentuk berbagai lomba. Lomba itu melibatkan para siswa dan guru.
“Kegiatan ini kita lakukan selama dua hari, dengan melibatkan semuanya. Ada lomba lagu anak, penampilan karya nyata dan penampilan alat permainan edukatif. Untuk siswa ada lomba menggambar, lomba bercerita, kolase dan banyak lainnya,” ujar Barlius.
Tahun ini hari aksara internasional mengambil tema “mengembangkan kemampuan literasi yang berbudaya”. Tema ini diharapkan memberikan nilai lebih untuk proses peningkatan kualitas angka melek huruf.
Kegiatan ini dihadiri oleh bunda PAUD Kota Padang, Ketua IGTKI, Ketua FKPBM Kota Padang, Ketua HIPKI, Ketua PKG Kota Padang, dan unsur lain dari PAUD dan PKBM.
“Semoga target kita untuk menjadikan Kota Padang 100 persen melek huruf akan tercapai,” sebut Barlius.(rls)
















