Padang, Prokabar — Pemerintah Kota Padang saat ini tengah gencar menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Melalui inovasi Kelas Ibu Muda (IMUD) yang dicetuskan oleh Puskesmas Padangpasir, pemerintah berhasil menekan angka kematian ibu dan bayi bahkan, diwilayah kerja puskesmas tersebut tidak ada lagi alias nihil.
Kepala Puskesmas Padang Pasir, dr. Winanda dalam kegiatan desiminasi informasi di Media Center Balai Kota Padang, Rabu (3/10) memaparkan inovasi ini sebagai bentuk kepedulian Puskesmas dalam merangkul ibu muda yang mengalami stigmatisasi dimasyarakat. Kemudian, membantu mereka merencanakan kehidupan keluarga yang lebih baik di masa depan.
“Berawal dari temuan kasus kematian nayi di Puskesmas Padangpasir pada tahun 2016. Kala itu, sang remaja berusia 17 tahun tidak siap untuk menjadi ibu, seakan tidak peduli terhadap bayinya sakit dan akhirnya meninggal. Jika sudah ditemukan satu kasus kematian bayi di wilayah kerja, merupakan suatu malapetaka. Saya terinspirasi juga ketika studi banding ke Filipina, dinas kesehatannya punya wadah ruang konsultasi untuk ibu-ibu muda yang mengalami pernikahan dini. Dan, memang dimanfaatkan dengan baik wadah tersebut. Atas kondisi demikian, kami pun mencoba mendobrak lewat inovasi kelas ibu muda ini di Puskesmas Padangpasir,” terangnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan Kelas Ibu Muda ini telah dilaksanakan sejak 2016 dengan tiga kali pertemuan. Pertemuan pertama dengan narasumber dokter kandungan. Di kelas ini akan dibahas seputaran kehamilan, bahaya hamil muda dan risikonya serta kesehatan ibu.
Sementara itu pada pertemua kedua, dengan narasumber dari Kantor Urusan Agama (KUA) Padang Barat. Di sini, KUA akan menjelaskan dan mendapatkan nasihat bagaimana menjalani biduk rumah tangga, pengurusan surat nikah serta seputaran pernikahan.
Pertemuan ketiga menghadirkan narasumber dokter spesialis anak. “Di kelas ini diajarkan bagaimana merawat bayi, inisiasi dini menyusui, cara menyusui, seputaran imunisasi dan gizi anak,” ungkap Winanda.
Ia mengungkapkan output selama dua tahun berjalan mampu mengedukasi dan menurunkan angka kematian ibu dan anak. “Nah, di tahun ini, kami akan menambah satu kelas lagi yakni pemberdayaan perempuan. Di kelas ini, kami akan memberikan pelatihan-pelatihan yang akan membuat ibu-ibu muda ini mandiri. Apalagi, mereka umumnya putus sekolah,” ucap Winanda. (hdp)
















