Padang, Prokabar – Ribuan mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Sumatera Barat dan BEM Seluruh Indonesia menggelar demo di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin (24/9).
Aksi tersebut dimulai dengan Long March di jalan Sudirman dan kemudian memasuki halaman kantor gubernur sekitar pukul 14:50 WIB. Tampak massa aksi membawa sejumlah spanduk yang berisi beberapa tuntutan, salah satunya kebijakan impor beras.
Di sisi lain, tampak pula rombongan mahasiswa paling depan membawa sebuah boneka manusia yang dibuat dari susunan jerami, di bagian kepala jerami tersebut dipasangi foto Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
Selain itu, massa aksi juga membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan tuntutan agar pemerintah mampu menjaga kedaulatan pertanian, dan serta kebijakan-kebijakan yang tidak pro pertani.
Salah satu orator terdengar mendesak pemerintah untuk memikirkan kesejahteraan petani, “Hari ini nasib petani belum diperhatikan, mereka banyak yang terlantar, belum makan, dimana peran pemerintah?,” sorak salah seorang orator di atas sebuah mobil bak terbuka.
Aksi ribuan mahasiswa ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
Mendapati kedatangan mahasiswa ini, ribuan massa pegawai honorer yang mendiami halaman kantor tersebut terpaksa bergeser dan terpisah dari kelompok aksi aliansi BEM.
Dalam aksi itu mahasiswa ditemui oleh Wakil Gubernur Nasrul Abit.
Para mahasiswa tampak memaparkan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh petani di seluruh Indonesia dan meminta Pemprov Sumbar menyampaikan persoalan itu ke pemerintah pusat.
Setelah menyampaikan semua persoalan tersebut, Nasrul Abit menanggapinya, namun penjelasan dari mantan Bupati Pesisir Selatan itu tidak sesuai dengan data masalah petani milik mahasiswa.
Mendapat tanggapan demikian, mahasiswa yang awalnya menduduki teras kantor Gubernur lalu mundur ke halaman dan membakar boneka jerami yang dipasangi foto Menteri Perdagangan, Enggartiato Lukita tersebut.
Saat membakar boneka tersebut, massa aksi membuat lingkaran dan tampak menyulitkan puluhan aparat kepolisian yang berjaga untuk mengantisipasi kerusuhan selama jalannya aksi.
Melihat tindakan seperti itu, Nasrul Abit tampak tidak bisa bertindak apa-apa, ia hanya berdiri terdiam menyaksikan api yang menghanguskan boneka jerami tersebut.(*/mbb)
















