Pasaman, Prokabar — Sebanyak 30 orang kepala keluarga di Pasaman jalani vasektomi. Sebuah metode kontrasepsi steril untuk pria agar tidak terjadi kehamilan pada pasangannya.
Dibanding kebiasaan masyarakat yang cenderung mendorong para perempuan untuk berkontrasepsi, vasektomi memang dipandang hal yang belum biasa.
Masih awam informasi yang didapat masyarakat atas efek dan seluk beluk vasektomi. Terlepas dari itu semua, ternyata ini alasan 30 kepala keluarga yang menjadi aseptor vasektomi.
Teramat sayang pada sang istri. Itulah hal pertama sekali mendorong para bapak-bapak ini berkontrasepsi.
“Setiap mereka kami tanya dan selalu jawabannya hampir sama. Sayang kepada istri. Ada istrinya kalau pakai kontrasepsi suntik atau lainnya terjadi gangguang pada keseimbangan fisik. Ada yang pusing, ada yang terus menurun menstruasi ada yang lemah badannya. Makanya sang suami bulat hati untuk vasektomi,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pasaman, Yusnimar, Selasa (28/8).
Tidak saja sayang istri menjadi satu-satunya alasan para aseptor vasektomi. Jumlah anak yang sudah cukup banyak hingga faktor ekomoni juga mempengaruhi sang aseptor untuk vasektomi.
Tidak ada efek samping dari kontrasepsi vasektomi ini. Hanya saja para aseptor harus beristirahat dulu setidaknya tiga hari dari kerja keras. Biat prosesur vasektominya aman, mantap dan bekerja maksimal.
“Untuk itulah para peserta kita beri bekal berupa biaya penggantian yang telah dianggarkan pemerintah pusat. Setiap aseptor mendapat Rp200 ribu. Ini untuk menutupi kebutuhan dapur selama mereka beristirahat dari bekerja,” tutup Yusnimar. (Ola)
















