Jakarta, Prokabar — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan kepada para nelayan agar jangan sampai menangkap lobster yang bertelur karena hal tersebut akan menghalangi pengembangbiakan komoditas tersebut sehingga stok yang ada bisa terhambat.
“Cobalah tolong kepada para nelayan dan pengepul, (lobster) yang bertelur jangan ditangkap. Biarkan dia bertelur dan menetaskan untuk jutaan lobster yang akan datang,” kata Menteri Susi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/8).
Susi mengemukakan hal tersebut saat berada di pulau Sahi, Natuna, di mana dia telah meminta para staf pengawas sumber daya kelautan dan perikanan (PSDKP) yang ada di Natuna untuk mencari dari para pengepul lobster mutiara maupun lobster bambu.
Menteri Kelautan dan Perikanan mengutarakan bahwa permintaan tersebut juga berlaku untuk lobster baik yang bertelur maupun yang sudah berukuran besar, karena bakal dilepasliaskan kembali ke kawasan perairan bebas. Sebelumnya, KKP menyatakan penyelundupan benih lobster masih marak terjadi di sejumlah daerah karena harga yang ditawarkan oleh pihak di negara tujuan pengiriman masih tinggi.
“Hasil pantauan kami, benih lobster mutiara dijual di Indonesia paling tinggi Rp79.000-Rp90.000 per ekornya. Namun kalau sudah sampai di Singapura kurang lebih 10 dolar AS atau sekitar Rp145.000 per ekornya,” kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, Rina.
Menurut Rina, bila benih lobster jenis pasir dijual di Indonesia sekitar Rp18.000-Rp26.000 per ekornya, tetapi di Singapura harganya bisa mencapai dua kali lipat lebih dari harga di Indonesia. Namun, Rina meminta agar masyarakat tidak lagi melakukan penangkapan dan pengiriman benih lobster karena nilai ekonomi yang didapat tak sebanding bila dibandingkan dengan membiarkannya besar terlebih dahulu.
dalam kunjunganya ke pulau Natuna Menteri Susi didampingi Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan Agus Suherman menyempatkan diri melepaskan indukan lobster bertelur.
Menteri Susi melepaskan 6 indukan dan 4 ekor ikan Kerapu Sunu di Pulau Sahi, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Desa Klanga, Natuna, Kepulauan Riau. (*/hdp)
















