Pariaman, Prokabar – Suryadi, salah seorang Akademisi Tamatan Fakultas Sastra, Unand yang kini menjadi Dosen di Universiteit Leiden The Netherlands (Belanda), merasakan haru dan bergetar saat mengikuti Upacara Bendera di Lapangan Balai Kota Pariaman, Jumat (17/8). Setelah 20 tahun lamanya tidak mengikuti Upacara Bendera, Akhirnya rasa kebangsaan dan bertanah air Indonesia itu semakin kuat dirasakan.
Setelah menuntut ilmu dan meraih gelar S2 dan S3 hingga menjadi dosen di Universitas ternama di Belanda itu, baru kembali merasakan perayaan Dirgahayu RI di Tanah Air.
“Hari ini, saya merasakan kembali atmosfer kebangsaan yang kuat, dan bisa menyaksikan kembali peringatan detik-detik kemerdekaan RI, sekaligus melihat secara langsung betapa khidmat dan tingginya uforia dalam menyaksikan Penaikan Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengkibar Bendera (Paskibra) yang bertugas. Selama ini saya hanya lihat di layar kaca saja,” kata Suryadi.
Ia mengucapkan terimakasih kepada Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, yang telah mengundangnya secara langsung dan khusus, untuk hadir dalam peringatan HUT RI ke 73 sebagai tamu undangan upacara penaikan bendera pagi ini.
“Sudah 20 tahun lebih saya tidak merasakan dan menyaksikan upacara penaikan Bendera Merah Putih, bendera kebangsaan saya Indonesia, dan ditanah kelahiran saya Pariaman ini. Dan hal tersebut meningkatkan rasa cinta saya kepada tanah air Indonesia,” ungkap rasa harunya.
Suryadi, lahir di Sunur, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman. Ia merupakan Ahli Filologi dan Pakar Penaskahan Nasional. Ia banyak meneliti naskah-naskah klasik Nusantara dan hasil penelitiannya telah dimuat di berbagai jurnal Internasional.
“Banyak sejarah kita yang ada di Belanda, karena dulu kita penah menjadi jajahan dari bangsa Belanda. Untuk itu, saya ingin membagi penemuan dan hasil kajian saya selama berada di Belanda, agar dapat menjadi acuan dan bermanfaat bagi kebenaran sejarah bangsa kita,” tutup Alumni Fakultas Sastra Unand tersebut. (rud)
















