Jakarta, Prokabar – Dikalangan YouTubers, Turah Parthanaya namanya tak asing didengar. Mahasiswa Tomsk State University asal Denpasar, Bali ini punya segudang pengalaman hidup di negeri Beruang Merah.
Siapa sangka, Turah yang dikenal anak-anak milenial ini dulunya malas belajar. Putra bungsu dari empat bersaudara ini sejak duduk SD sampai SMA hanya main-main saja di sekolah.

“Jangan salah, dulu itu saya cuma main-main saja di sekolah. Tapi bisa lulus ya dengan nilai pas-pasan,” seloroh Turah ketika ditemui Prokabar.com belum lama ini.
Melihat kelakuan Turah yang tak serius dalam pendidikan membuat orang tuanya khawatir. Ia akhirnya diberangkatkan ke Rusia untuk menimba ilmu Manajemen Bisnis.
“Padahal saya maunya kuliah di dunia seni. Ingin terlibat di dunia seni peran. Tapi keluarga saya lebih mendalami bisnis, ya sudah dijalani saja,” ungkap Turah.

Pilihan Turah ke Rusia rupanya jadi keasyikan sendiri. Malah pria kelahiran 7 September 1997 mendapat pelajaran hidup yang berharga. “Ternyata saya dapat pengalaman hidup yang luar biasa. Saya bisa mandiri dan mengatur keuangan sendiri,” bangganya.
Bila mengingat kali pertama menginjakkan kaki di Rusia, Turah merasa sendiri. Walau di sana banyak teman-teman baru, Turah kesulitan menggunakan bahasa Rusia.
“Sama sekali belum bisa bahasa Rusia. Kuliah di sana program lima tahun, tahun pertama khusus belajar Rusia. Tapi tetap saja agak repot, kebanyakan pakai bahasa Inggris,” kenang Turah yang datang ke Rusia, 2015 lalu.
Kini memasuki semester lima, Turah kembali ke Tanah Air untuk membuat tugas khusus. “Jadi kuliah di sana nggak ada SKS seperti di Indonesia. Seperti sekolah saja. Sekarang saya mau bikin tugas tulisan tentang Indonesia,” jelasnya.
Pengalaman Turah kali pertama menginjakkan kaki di Rusia tentunya jadi pengalaman yang tak terlupakan. Turah harus menyesuaikan dengan cuaca yang tak biasa.
“Di Indonesia kan hangat, enak lah gitu. Tapi begitu ke Rusia, aduh dinginnya minta ampun. Minus derajat celsius,” kenangnya.

Turah yang saat itu hanya membawa sedikit mie instan kehabisan stok makanan. Alhasil Turah harus membeli makanan khas Rusia. “Lama-lama stok makanan habis. Lalu saya belanja makanan instant tanpa tau rasanya gimana. Aduh itu bener-bener pengalaman yang nggak terlupakan,” ungkapnya.
Dari pengalamannya, Turah memberi tips bagi teman-temannya untuk mencari beasiswa kuliah di luar negeri. Meski awalnya Turah masuk kuliah dengan biaya orangtuanya, kini Turah ambil beasiswa.
“Ternyata banyak beasiswa yang diberikan untuk orang Indonesia. Saya satu-satunya mahasiswa yang lewat agensi berbayar. Karena saya nggak tau informasi apa-apa di Bali. Lebih baik cari beasiswa untuk sekolah di luar negeri,” sarannya. (beb)
















