11 Ha Cemara Laut Tanjung Mutiara Agam Tergerus Abrasi

Penulis -

Selasa, 14 Agustus 2018 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lubuk Basung, Prokabar – Sekitar 11 hektare lahan cemara laut di sepanjang garis pantai di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam rusak tergerus abrasi pantai akibat gelombang pasang, Rabu (25/7).

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Ermanto di Lubukbasung, Selasa (14/8).

Dia mengatakan 11 hektare Cemara laut itu tersebar di Tiku Selatan sekitar satu hektare dan Tiku Lima Jorong 10 hektare.

Cemara laut itu berusia sekitar dua sampai tiga tahun dengan tinggi sekitar dua meter.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Untuk kerugian, tambahnya, tidak bisa diukur dengan material karena biaya perawatan dari mulai tanam sampai dewasa membutuhkan biaya cukup besar.

Sementara biaya untuk membeli bibit harganya cukup murah sekitar Rp5 ribu per batang.

“Biaya perawatan dan pemeliharaan sampai besar anggaran yang cukup besar,” tegasnya.

DPKP Agam mengusulkan penanaman cemara laut sepanjang garis pantai Kecamatan Tanjungmutiara dengan panjang 43 kilometer ke pemerintah provinsi.

“Mudah-mudahan usulan itu direlokasi pemerintah provinsi, sehingga keberadaan cemara laut itu dapat melindungi pemukiman warga dari angin kencang,” ujarnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selain itu, lokasi juga bisa dijadikan sebagai lokasi objek wisata karena udara di sekitar tanaman itu cukup sejuk.

“Kami berusaha semaksimal mungkin agar permukiman warga terlindungi dari angin dan lokasi bisa jadi daya tarik bagi pengunjung,” katanya.

Selain cemara laut, tiga perahu milik nelayan di daerah itu juga mengalami rusak akibat gelombang pasang.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Wahyu Bestari menambahkan, abrasi pantai itu juga mengakibatkan satu unit rumah dan empat warung milik warga rusak berat.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil akibat kejadian itu mencapai ratusan juta.

“Lokasi ini merupakan daerah rawan abrasi pantai dan kita telah mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara tidak membangun rumah disepanjang garis pantai, menyandarkan perahu dari lokasi aman dan lainnya,” katanya. (*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB