Pasaman, Prokabar — Puluhan petak padi para petani mulai menguning di Lubuk Sikaping. Sudah dekat musim panen. Namun, kali ini, para petani tidak begitu tampak kurang semangat menanti musim panen tiba. Ini sebabnya.
Sudah hampir satu bulan lebih, musim tak menentu di Pasaman. Sebentar hujan, sebentar panas. Belum lagi angin kencang. Ini membuat para petani cukup kewalahan dalam mengontrol kadar kering air di petak-petak sawah mereka.
“Parahnya lagi, hama burung pipit. Berlebihan sekali hama buriug empirit ini. Biasanya juga ada, namun tak sebanyak saat ini,” kata Mamak (43), salah seorang petani di kawasan Tanjung Beringin, Lubuk Sikaping, Sabtu (28/7).
Berbagai upaya telah dilakukan para petani untuk mengusir hama burung. Mulai dari pakai orang-orang sawah, kaleng hingga bunyi elang. Namun tak jua berhasil.
“Akibatnya beberapa petak padi milik petani sudah dipastikan gagal panen. Itu yang diujung sana, gagal panen. Di sana juga. Pipit ini memakan padi bukan saat padi mengeras, tapi saat padi baru mulai berisi. Itulah yang dihisapnya,” tutup Mamak. (Ola)
















