Sumbar Perlu Belajar Bisnis Kopi ke Lampung

Penulis -

Sabtu, 28 Juli 2018 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Sumatera Barat perlu belajar dalam pengembangan bisnis kopi ke Provinsi Lampung, sehingga bisa makin banyak tembus pasar ekspor.

Hal ini juga disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit ketika menghadiri acara forum bisnis Minangkabau Begawei 2018 dengan tema ” Basamo Mangko Manjadi, Basatu Mangko Kakuek ” pada 26 Juli 2018 di Emesia Hotel Lampung.

“Lampung sangat terkenal dengan hasil dan produk kopinya. Kami juga harus belajar banyak dari Provinsi Lampung, salah satunya bagaimana caranya untuk dapat mengekspor hasil kopi dari Sumbar,” kata Nasrul Abit seperti dirilis humasprov di Padang, Sabtu.

Menurut dia, Sumbar selain memiliki kuliner khas yang sudah mendunia seperti rendang, juga punya komoditas kopi sudah sejak lama dikembangkan masyarakat.

Namun dalam aspek produksi dan pasarannya, Sumbar perlu mengambil banyak pengalaman dari Lampung yang terkenal dengan komoditas kopinya.

Sumbar, kata Nasrul, selama ini memang sudah melakukan ekspor ke sejumlah pasar negara eropa, tapi selama bisa diperluas akan lebih baik untuk menggerakan ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu, forum bisnis merupakan kesempatan baik dan menjanjikan untuk meningkatkan sinergitas dan memajukan kedua daerah secara bersama.

Sentra kopi di Sumbar, untuk jenis arabica yakni Kabupaten Solok, Agam, Solok Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Limapuluh Kota, dan Pasaman Barat.

Masing-masing daerah tersebut, memiliki cita rasa yang berbeda. Misalnya sama-sama kopi arabica namun rasa dan aroma setiap daerah memiliki khas masing masing.

“Daerah kita kaya dengan sumber daya alam dan salah satunya kopi ini,” tambahnya.

Data Dinas Pertanian pada Bidang Perkebunan mencatat produksi kopi arabika dan robusta di Sumatera Barat pada 2016 mencapai 22.292 ton per tahun dengan luas tanam 32.461 hektare.

Secara rincinya adalah untuk produksi kopi arabika 12.044 ton sedangkan kopi robusta 10.288 ton.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026
DSI Resmi Menjadi BUMN, Dony Oskaria Umumkan Status Baru Perusahaan
Dony Oskaria: Danantara Andalkan Dividen BUMN, Bukan Jual Aset Negara
Ini 5 Laptop ASUS Zenbook Yang Enak Dipakai Kerja Ngebut

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Senin, 22 Juni 2026 - 21:40 WIB

5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda

Senin, 8 Juni 2026 - 12:58 WIB

JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:04 WIB

Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB