Padang Pariaman, Prokabar – Team Opsnal Satreskrim Polres Padang Pariaman berhasil mengungkap, menangkap dan mengamankan pencurian disertai kekerasan oleh sekelompok geng anak muda, Sabtu (21/7).
Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho menyebutkan, pengembangan dilakukan berdasarkan LP/22/IV/2018/Polsek Nan Sabaris. Awalnya petugas berhasil menangkap seorang pelaku inisial DH (19) berkat bantuan Jajaran Polsek Koto Tangah, Polresta Padang.
Setelah itu lanjutnya, Satuan Reskrim Polres Padang Pariaman melakukan pengembangan dan mengamankan 4 orang pelaku dan 1 orang dijadikan saksi. Mereka berinisial AM (17), PR (18), dan PD (18). Sedangkan MI (19) diamankan sebagai saksi. Kesemua pelaku dan saksi merupakan warga Koto Tangah, Kota Padang.
Menurut Kapolres, kronologis berdasarkan bukti permulaan yang cukup kuat adanya tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan atau pertolongan jahat atau penganiayan yang dilakukan bersama-sama.
“Kejadian tersebut di depan ruko Korong Gantiang, Nagari Kuraitaji Kecamatan Nan Sabaris. Saat kejadian para pelaku melakukan penyerangan terhadap korban dengan cara membacok salah seorang korban bernama Nando Erlangga. Setelah itu, pelaku mengambil sepeda motor korban lain dan membawanya ke Kota Padang,” ungkap AKBP Rizki.
Sedangkan kronologis penangkapan tuturnya, tim gabungan Opsnal Polres Padang Pariaman melakukan penyelidikan berdasarkan informasi dilapangan.
“Tindak kejahatan pencurian disertai kekerasan tersebut adalah kelompok geng Pasger (Pasukan Padang Sarai Geri Permai). Setelah DH ditangkap, pengembangkan dilanjutkan dan berhasil menangkap pelaku lainnya,” tutur Kapolres.
AKPB Rizki lebih rinci menjelaskan, parahnya, para pelaku membarter motor curian tersebut dengan narkoba jenis Ganja ke daerah perbatasan Sumbar-Sumut sebanyak 5 kg, dan mendapat uang tunai sebesar Rp800 ratus ribu. Uang tersebut kemudian dibelikan ke 2 helai jaket warna hitam.
Hingga saat ini, kesemua pelaku masih menjalani pemeriksaan dan penyelidikan. Pelaku akan dijerat pasal berlapis, terutama Undang-undang pencurian disertai kekerasan.
Kapolres juga menghimbau kepada seluruh orang tua dan masyarakat untuk memperketat kontrol sosial terhadap anak. “Dampak kelompok geng pemuda dan anak-anak yang liar tanpa pengawasan, jelas sangat buruk pada anak-anak itu sendiri. Apalagi mudah terpengaruh pada narkoba. Kami menghimbau semua pihak bekerja sama melakukan pengawasan agar anak aman dan jauh dari kejahatan maupun pelaku kejahatan,” tutup Kapolres Padang Pariaman. (rud)
















