Nagari Maninjau Gencar Buka Jalan Baru dari Ikua Koto Menuju Ambun Pagi

Penulis -

Sabtu, 21 Juli 2018 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Pemerintah Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar saat ini gencar pada pembukaan jalan baru dari Ikua Koto Kukuban menuju Ambun Pagi. Panjang jalan tersebut diperkirakan mencapai 7 Km, dan 2018 ini target tuntas hingga akhir tahun.

Menurut Walinagari Maninjau, Alfian sebelumnya 2013 lalu, pengerjaan jalan sudah dimulai. Jalan melalui Pesantren Hamka dan bekas perkampungan penduduk tersebut sudah dilakukan pengecoran 100 meter, berkat bantuan santunan pemirsa TV ONE.

“2013 lalu, Salah satu stasiun Televisi tersebut sempat berkunjung dan menggelar kegiatan di Pesantren Hamka. Mereka juga mengecor jalan perbukitan tersebut sehingga akses menuju Pendidikan berbasis Islam Modren itu dapat lancar,”kata Alfian.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Di 2017 lanjutnya, kami kembali mengecor 700 meter dengan Dana Desa. Dan di 2018 menjadi target bisa tembus ke Ambun Pagi.

“Akses jalan tersebut sangat kami butuhkan. Selain dekat membawa hasil pertanian dan ladang ke Pasar Bukittinggi, akses jalan menuju Malalak juga semakin lebih mudah ketimbang melintasi Kelok 44,”ungkapnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Alfian menjelaskan tidak hanya Nagari Maninjau yang akan butuh jalan tersebut. Melainkan juga Nagari tetangga seperti Sungai Batang, Tanjung Sani dan Pandan nantinya. “Pembukaan akses jalan baru itu akan menjadi alternatif selain Kelok 44 yang rawan macet dan longsor. Sedangkan 40 hektar lahan pertanian di Ikua Koto itu akan kembali aktif bila akses jalan lancar,”tuturnya.

Dahulunya, perbukitan Ikua Koto Kukuban tersebut terdapat dua perkampungan penduduk yang giat bertani. Sulitnya akses jalan, membuat mereka pindah dan turun ke daerah sekitar Danau. Mereka pun meninggalkan 40 hektar ladang yang dimilikinya, padahal daerah tersebut aman dari zona merah (rawan longsor).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Pembangunan tersebut salah satu upaya juga dari kami Nagari Maninjau, mendukung program Save Maninjau dari Pemerintah Kabupaten Agam. Mengalihkan mata mencarian dari keramba jaring apung ke pertanian sawah maupun peladangan. Kami sangat berharap bantuan Pemda terutama Dinas PU Agam untuk melanjutkan pembangunan jalan ini nantinya,” tutup Alfian. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB