Lapek Barajuik, Kuliner Unik dari Pakandangan

Penulis -

Jumat, 20 Juli 2018 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman, Prokabar – Lapek Barajuik (Lepat Berajut) atau disebut juga Lepat Kayu Aro merupakan salah satu makanan tradisional, khas dan unik dari Kampuang Aro, Nagari Pakandangan, Kabupaten Padang Pariaman. Makanan ringan ini sangat diminati masyarakat, terutama sekitar Kecamatan Enam lingkuang dan Kecamatan 2×11 Enam Lingkuang.

Biasanya, Lapek Barajuik diproduksi oleh usaha rumah tangga di sebuah keluarga, untuk dijual ke pasar-pasar tradisional yang ada di Padang Pariaman. Tidak jarang perantau, membawa Lapek Barajuik ke tanah jawa, Kalimantan hingga ke negara tetangga Malaysia. Mereka membuat makanan tradisional ini pada hari rabu dan kamis, untuk dijual ke pasar pada hari Balai, seperti di pasar Pakandangan pada kamis dan di Pauh Kambar pada sabtu pagi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ibu Nurmali dan keluargannya adalah salah satu kelompok usaha kuliner rumah tangga yang fokus membuat Lapek Barajuik tersebut. Ibu yang disapa akrap Uniang Mali ini, telah menekuni usaha kuliner sejak 20 tahun yang lalu. Sebelumnya, pada usia remaja Uniang Mali telah diajarkan orang tuannya membuat Kuliner khas Pakandangan tersebut. Setelah dewasa dan berkeluarga, keterampilan tersebut dimanfaatkan sebagai usaha keluarga.

“Usaha ini sudah saya rintis sejak 20 tahun lalu. Sebelumnya, orang tua saya juga memiliki usaha ini, jadi memudahkan kami untuk melanjutkannya dengan baik. Dan dengan usaha inilah kami bisa hidup sebagai penompang ekonomi keluarga. Keuntungannya cukup baik memenuhi segala kebutuhan kami,”kata Nurmali.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Pada proses pembuatan Lapek Barajuik tidaklah terlalu rumit, bahan makanan berasal dari Pisang Simbatu, Tepung, Saka yang telah dicampur kelapa serta beberapa bumbu masakan lainnya. Bahan-bahan tersebut kemudian diaduk di sebuah panci besar. Usai diaduk, bahan tersebut dibungkus dengan daun pisang yang telah disesuaikan takarannya.

“Makanan ini rutin setiap Rabu dan Kamis kami masak, karena sesuai kebutuhan setiap hari itu adalah Hari Balai di Pasar Pakandangan dan Pasar 2x 11 Enam Lingkung Sicincin. Kami menjualnya ke pedagang yang biasa berjualan di Pasar Tradisional tersebut. Ada juga yang memesan dari perantauan yang ada di Batam, Jakarta dan Medan. Bahkan sampai ke Malaysia, Brunai Darusalam dan Singapura.”ungkap Ibu paro baya tersebut.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Keunikan dari kuliner ini adalah cara penyajiannya. Usai dibungkus dengan daun, lapek diikat dari satu ke satu lainnya, dari pangkal ke pangkal membentuk horizontal, sehingga antara satu dengan yang lainnya terikat memanjang. Biasanya pada 1 rajutan berisi 10 buah lepat, dijual dengan harga 10 ribu rupiah. Kuliner ini jika dimanfaatkan sebagai penunjang kuliner wisata, tentu dapat menjadi pendorong kepariwisataan Padang Pariaman. Makanan unik yang dapat dipasarkan di lokasi objek-objek wisata. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB