Koto Kaciak, Prokabar.com – Momentum Hari Jadi Sumatera Barat dengan tema Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh, UPTD KPHL Agam mewakili Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat (Kementerian Kehutanan), mengelar kegiatan Gerakan Penanaman Seretak, Bersama Menanam Merawat Kehidupan. Melalui binaan, kegiatan berlangsung di Perkebunan di Jorong Balai Belo, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Rabu (14/10).
Kepala UPTD KPHL (Kesatuan Pengelola Hutan Lindung) Agam Raya Unit IV, Tito Trio Putra besama jajarannya LPHN (Lembaga Pengelola Hutan Nagari) Koto Kaciak mengatakan, pasca bencana banjir bandang yang terjadi Sumatera Barat, menjadi momentum penting kepada semua masyarakat untuk memperkuat peran melindungi hutan dan lingkungan.
Tito menjelaskan, pihaknya melakukan Rehabilitasi Hutan Rakyat di sejumlah nagari, wilayah kerjanya pada 2026 ini. Pertama berada di Nagari Sitalang, seluas 25 hektar dengan menanam 1000 batang tanaman. Kedua, berada di Nagari Ampek Koto Palembayan seluas 25 hektar dengan menanam 2000 batang tanaman. Di Lubuk Basung dan Pasia Laweh Palupuah, masing-masing seluas 25 hektar dengan menanam 1000 batang tanaman.
Sedangkan kegiatan Agroforestry FOLU NC 2 dan 3, terlaksana di Nagari Koto Kaciak dan Nagari Garagahan, masing-masing seluas 25 hektar menanam 10.000 batang tanaman.
Khusus Penghijauan Lingkungan dalam rangka pemulihan lahan melalui Dana TKD Tambahan, mencakup Nagari Koto Malintang seluas 15 hektar dengan 6.000 batang tanaman dan di Nagari Tigo Kito Silungkang, Palembayan menanam di lahan seluas 10 hektar dengan 4.000 batang tanaman. Program Agroforestry melalui Dana GCF RBP di Nagari Duo Koto seluas 50 hektar dengan jumlah 20.000 batang tanaman.

“Jumlah total penanaman tanaman mencakup rencana luas 200 hektar dengan target penanaman sebanyak 64.000 batang tanaman, termasuk kegiatan masih tahap persiapan.” Terangnya.
Ridwan Datuak Tanbijo, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat mengatakan, lemahnya peran masyarakat dan Ninik Mamak untuk pentingnya menjaga hutan dan lingkungan seringkali menyebabkan bencana alam. Kondisi ini terlihat nyata yang terjadi pada saat ini.
“Untuk itu, mari kita bersama-sama perkuat perlindungan, pelestarian dan pemeliharaan hutan dan lingkungan. Peran Ninik Mamak, Pemerintah Nagari dan Pemerintah Daerah sangat sentral.” Ujarnya.
Melalui momentum ini lanjutnya, sosialisasi dan gerakan mengajak langsung semua tokoh masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dan hutan. “Apa yang telah kita tanam dan kita rawat, itulah hasil masa depan yang kita nikmati nantinya,” Ujarnya.
Penanganan Resiko Bencana tidak tepat hanya terbeban oleh satu pihak saja. Tapi harus semua pihak yang berkepentingan.
Kawasan Hutan, perbukitan, aliran sungai, perkebunan dan danau Maninjau. Kekayaan alam ini menjadi tanggung jawab besar, untuk menjaga kelestarian. Rehabilitasi hutan.
Berharap, pelaksanaan rehabilitasi lahan dan hutan memperbaiki aliran sungai sebagai sumber kehidupan. Merawat alam, tumbuhan, lahan, aliran sungai, harus berkelanjutan.
Semua pihak, dari pemerintah daerah, Dinas Kehutanan,
“Kami apresiasi melalui UPTD KPHL Agam Raya, telah berkontribusi pada kegiatan hari ini. Semoga kita mewariskan alam yang memakmurkan anak cucu kita nantinya.” (rud)


















