Padang, Prokabar – Pemerintah Kota Padang menata sistem antrean pengisian BBM solar bagi kendaraan angkutan barang atau truk. Lokasi antrean dipindahkan dari bahu jalan di SPBU Bandar Buat ke Tempat Khusus Parkir (TKP) Truk Koto Lalang, Sabtu (10/10/2026).
Sistem ini menggunakan teknologi digital berbasis kode QR dari Bank Nagari yang hanya berlaku satu kali dalam 24 jam. Tujuannya untuk mencegah praktik spekulan, menertibkan lalu lintas, mengurangi risiko kecelakaan, serta menghindari gangguan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Wali Kota Padang Fadly Amran menjelaskan bahwa truk dapat menunggu dengan nyaman di fasilitas yang disediakan sebelum dipanggil secara digital ke SPBU.
“Truk bisa mengantri di fasilitas yang kita sediakan. Nanti ketika nomor antreannya dipanggil, mereka bisa langsung datang ke SPBU secara digital,” ujar Fadly Amran.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang Yudi Indra Sani menambahkan bahwa sistem QR membantu mengurangi pelangsir BBM.
“Setiap sopir yang akan mengantre BBM mendapatkan QR yang hanya bisa dipakai satu kali dalam 24 jam. Otomatis sistem ini sudah mengurangi para pelangsir,” kata Yudi Indra Sani.
Sopir truk Yudi (56) mengaku sangat terbantu dengan adanya antrean di terminal tersebut. TKP Koto Lalang memiliki kapasitas statis 80 unit dan mampu melayani hingga 200 kendaraan per hari secara bergantian. Pemko Padang berencana menduplikasi sistem ini di SPBU lain sebagai bagian dari roadmap Padang Smart City.
















