Padang, Prokabar – Kompetisi Liga 2 Championship musim ini tampaknya kurang bersahabat dengan para pelatih. kalau terlalu berlebihan disebut kejam. Baru memasuki pekan keempat, sudah ada tiga pelatih yang jadi korban pemecatan. Terbaru, Semen Padang FC memutus kerjasama dengan pelatih Nilmaizar.
Urusan pecat memecat dan depak mendepak pelatih dalam dunia sepakbola profesional adalah hal yang lumrah dan biasa terjadi. Faktor utamanya, karena pelatih dinilai tidak mampu menampilkan performa terbaik tim yang diarsitekinya, sehingga target manajemen tim tak tercapai.
Nilmaizar, dipecat Semen Padang Minggu (4/10/2026), seperti diumumkan dalam flatform media sosial resmi klub. Keputusan itu diambil manajemen seusai Semen Padang kalah tipis 0-1 dari PSPS Pekanbaru.
Dalam laga di Stadion Patriot Chandra Bhaga, Bekasi, Jabar itu, gol kemenangan PSPS Pekanbaru dicetak Dimas Wicaksono Putra Rahman pada menit ke-72.
Pada tiga laga sebelumnya, Semen Padang bersama Nilmaizar mencatat hasil yang tidak terlalu buruk. Menang dua kali dikandang lawan, masing-masing mengalahkan Persiraja Banda Aceh 1-0 dan PSC Ciamis 2-0. Sekali hasil seri didapatkan saat menjamu PSIS Semarang 1-1.
Namun kekalahan dari PSPS Riau tak bisa diterima manajemen tim, dan memutuskan mengakhiri kerjasama yang baru seumur jagung itu.
Alasan pemecatan itu, Manajer Semen Padang FC Braditi Maolevey mengatakan, seperti dikutip langgam.id, menyebutkan manajemen sebelumnya memasang target tinggi dengan meminta tim menyapu bersih tiga pertandingan menghadapi PSPS Riau, PSMS Medan, dan Persikad Depok.
“Target kami memang menang untuk sapu bersih, tiga pertandingan mulai dari PSPS Pekanbaru, PSMS Medan, dan Persikad Depok. Ini kesepakatan manajemen dengan pelatih,” kata pria yang akrab disapa Levy itu, Senin (5/10).
Namun, target tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Kekalahan dari PSPS menjadi hasil yang kemudian mendorong manajemen mengevaluasi posisi Nilmaizar.
Setelah pertandingan, manajemen langsung membahas keberlanjutan kerja sama dengan mantan pelatih Timnas Indonesia 2012 itu. “Manajemen datang semuanya untuk menyaksikan pertandingan. Dan langsung ambil langkah mempertimbangkan mengakhiri kerja sama dengan Nilmaizar,” ujarnya.
“Terima kasih atas segala dedikasi, kerja keras, dan pengabdian Coach Nil Maizar untuk Semen Padang FC,” tulis pernyataan Semen Padang di Instagram klub @semenpadangfcid.
“Berdasarkan hasil evaluasi manajemen, kami resmi mengakhiri kerja sama ini secara baik-baik”
“Terima kasih telah menjadi bagian penting dari keluarga besar Skuad Kabau Sirah”
“Doa terbaik dari kami, semoga sukses dan selalu diberi kelancaran di perjalanan karier selanjutnya!”
Sebelum Nilmaizar, dua pelatih tim Liga 2 juga melakukan pemecatan pelatih, yaitu Persipura Jayapura dan Persiraja Banda Aceh.
Pelatih Andri Ramawi dipecat sebagai pelatih Persipura gegara kalah 2-3 dari Barito Putera dan imbang 0-0 dengan Kendal Tornado FC. Selanjutnya Persipura ditangani Regi Aditya.
Sedangkan Persiraja Banda Aceh lebih dulu memecat Jaya Hartono, usai hasil neatif di tiga laga awal Liga 2, Mantan pemain Timnas, Muhammad Ridwan langsung ditunjuk menggantikan Jaya.(*)
















