Padang, Prokabar.com – Association of Community Service Lecturers of Indonesia (ADPI) sukses meluncurkan International Academic Development Program (IADP) melalui kegiatan Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer: From Manuscript to Publication. Program ini merupakan kontribusi ADPI dalam mendukung pengembangan kapasitas akademik anggota melalui ruang belajar, berbagi pengetahuan, pendampingan, serta penguatan jejaring dan kolaborasi akademik di tingkat internasional.

Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Badrul Hisham Yahaya, Deputy Director (Research & Networks), Pusat Kanser Tun Abdullah Ahmad Badawi (PKTAAB), Universiti Sains Malaysia (USM), sebagai Expert Speaker. Dengan pengalaman publikasi lebih dari 108 artikel pada jurnal terindeks, buku, dan book chapters, Prof. Badrul memberikan wawasan praktis mengenai pengembangan manuskrip hingga proses publikasi akademik internasional.

Kegiatan dipandu langsung oleh Dr. Yosa Novia Dewi, M.Pd., dari Universitas Putra Indonesia YPTK, selaku Academic Program Coordinator sekaligus Vice President II ADPI – Partnership and Program Coordination. Turut hadir Assoc. Prof. Dr. Agung Ramadhanu, S.Kom., M.Kom., MTA., CM. NLP., Ketua LPPM Universitas Putra Indonesia YPTK sekaligus Vice President V ADPI – International Research and Collaboration, serta Dr. Dewi Murtiningsih, S.KH., M.M., dari Universitas Mercu Buana sebagai moderator.
Program yang ditawarkan secara gratis ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan anggota dalam penulisan akademik, komunikasi hasil penelitian, dan publikasi ilmiah, sekaligus membuka kesempatan untuk belajar dan bertukar pengetahuan dengan akademisi, peneliti, editor jurnal, serta ahli penerbitan internasional.
Antusiasme peserta dari Indonesia dan Malaysia menghasilkan 49 paper yang dihimpun untuk mengikuti proses review dan pendampingan lebih lanjut dalam pengembangan book chapter Springer sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Capaian tersebut menjadi bagian dari langkah awal ADPI dalam membangun ekosistem akademik yang mendorong anggota untuk terus berkarya dan berkolaborasi.

Dr. Yosa Novia Dewi menyampaikan apresiasi atas dukungan dan antusiasme anggota ADPI dari berbagai wilayah Indonesia dan Malaysia. Ia berharap International Academic Development Program dapat berkembang menjadi ruang yang memberikan manfaat bagi ribuan akademisi untuk belajar, berkarya, dan membawa karya akademiknya ke kancah internasional.
Komitmen tersebut akan terus diperkuat melalui berbagai program berikutnya. Dalam waktu dekat, ADPI merencanakan 6th International Conference on Research and Development (ICORAD) 2026 pada 11–15 November 2026, bersamaan dengan IMCS Batch 3 Hybrid, yang direncanakan melibatkan akademisi dan mitra dari 10 negara.
Melalui rangkaian program tersebut, ADPI terus membuka ruang bagi akademisi Indonesia untuk belajar, berbagi, berkarya, dan berkolaborasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. (rud/ril)
















