Satgas PPRP Tinjau Infrastruktur Pasca Bencana Pasaman

Penulis -

Rabu, 2 September 2026 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar – Bupati Pasaman, Welly Suhery bersama Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam (Satgas PPRP) meninjau sejumlah infrastruktur yang terdampak pasca bencana yang pernah melanda Kabupaten Pasaman baru ini.

Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang, bersama tim supervisi dan Bupati Pasaman turun langsung di sejumlah titik yang berada di Kecamatan Lubuk Sikaping dan Kecamatan Bonjol, Selasa (1/9) kemarin.

Di Kecamatan Lubuk Sikaping, tim meninjau kondisi normalisasi Sungai Batang Mauh serta Jembatan Tanjung Baringin. Sementara di Kecamatan Bonjol, tim melihat langsung pembangunan sekolah di Lungguak Batu, Kumpulan, serta lokasi normalisasi di Nagari Limo Koto.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Tinjauan lapangan tersebut dilakukan setelah tim mengikuti pertemuan koordinasi dan evaluasi bersama Pemkab Pasaman di Balerong Pusako Anak Nagari, Lubuk Sikaping.

Bupati Pasaman Welly Suhery mengatakan, kunjungan dan pendampingan Satgas PPRP penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 2025 lalu.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Kehadiran Tim Satgas adalah penguat langkah. Arahan yang diberikan menjadi kompas, dan supervisi yang dilakukan menjadi ruang bagi kami untuk terus memperbaiki diri,” ujar Bupati Welly.

Ia memastikan Pemkab Pasaman terbuka terhadap proses monitoring, evaluasi, pendampingan maupun koreksi dari Tim Satgas PPRP. Seluruh perangkat daerah teknis juga diminta aktif mendampingi tim dan memastikan data serta dokumen yang diperlukan tersedia lengkap.

“Setiap kendala teknis maupun administratif agar segera dikoordinasikan. Kita ingin seluruh tahapan penanganan pascabencana berjalan terpadu dan tidak terhambat oleh persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui koordinasi,” tegasnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Bupati Welly mengatakan, proses rehab rekon tidak hanya menyangkut pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, tetapi juga pemulihan pelayanan publik dan kehidupan masyarakat terdampak.

“Yang sedang kita pulihkan bukan sekadar sarana yang rusak, tetapi kehidupan masyarakat, pelayanan publik, dan ketangguhan Pasaman untuk menatap masa depan,” ungkapnya. (RH)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB