Maninjau, Prokabar.com Partisipasi Orang Tua sangat tinggi terhadap pendidikan anak-anaknya, saat itulah kemajuan tumbuh subur bersama guru dan tenaga pendidik semakin kuat menanamkan karakter anak didik. Peran itu tidak hanya kontrol dan monitoring anak saat di rumah dan di sekolah saja, ada saatnya bergoyong royong mempercepat kebersihan fasilitas sekolah yang sedang bengkalai paska bencana dan rehab bangunan gedung sekolah.
“Minimnya tenaga untuk membersihkan semua bengkalai paska bencana dan rehab bangunan di sekolah ini, membuat kami berinisiatif mengajak wali murid untuk gotong royong. Keterbatasan anggaran jelas tidak menjadi penghalang jika kesadaran dan kemauan maju bersama untuk pendidikan anak-anak kita,” Ungkap Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Raya Lidiya Ningsih, Sabtu (8/8) pagi.
Sekitar 40 orang Guru bersama Orang Tua murid berkolaborasi membersihkan material tanah, kayu, tembok dan sampah yang menjadi masalah utama di salah satu sekolah menengah atas terkemuka di Agam Barat ini. Swadaya selain tenaga dan peralatan goro, juga ada sumbangsih makanan dan minuman kebutuhan.
“Kami sangat senang partisipasi orang tua sangat tinggi. Hal ini membuktikan, perhatian orang tua kepada anak-anaknya sangat baik.” Terangnya.
Lidiya menambahkan, meski tidak semua wali murid hadir, namun sekitar 40 orang tua ini kita doakan semoga anak-anaknya sukses menjadi anak berbakti dunia dan akhirat. Mensejahterakan diri dan masyarakat banyak.
“Semangat kebersamaan dan kolaborasi ini tentu memberi motivasi tersendiri dari guru dan jajaran tenaga pendidik. Sejumlah halaman penuh tumpukan tanah dan sampah, sekarang telah bersih. Tentu memberikan kenyamanan dan keamanan pada anak-anak,” pungkas Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Raya. (rud)
















