Dirkeu PT Semen Padang Kemukakan Fakta Ilmiah Konstruksi Jam Gadang di Seminar Internasional

Penulis -

Senin, 22 Juni 2026 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bukittinggi, Prokabar- Narasi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat bahwa Jam Gadang dibangun menggunakan putih telur sebagai perekat utama kembali mendapat perhatian dalam Seminar Internasional bertajuk “Memperkuat Hubungan Diplomatik Indonesia–Belanda melalui Jembatan Persahabatan Bukittinggi–Amsterdam”. Seminar internasional tersebut digelar untuk memperingati 100 Tahun Jam Gadang di Bung Hatta Convention Hall, Bukittinggi, Sabtu (20/6/2026).

Seminar yang menghadirkan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon sebagai keynote speaker itu, juga menghadirkan diskusi panel dengan narasumber Rektor Universitas YARSI Fasli Jalal, Diplomat Kementerian Luar Negeri Albert Abdi, dan Ahli Utama Kementerian Pariwisata Nia Niscaya. Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Studi ASEAN Universitas Andalas Muhammad Yusra bertindak sebagai moderator.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki posisi historis yang kuat dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, sejarah tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi pelajaran berharga sekaligus modal dalam membangun hubungan diplomasi dengan berbagai negara, termasuk Belanda.

Ia juga menawarkan sejumlah agenda kerja sama internasional, di antaranya pengembangan arsip digital sejarah Bukittinggi dan Indonesia–Belanda, jejaring penelitian internasional, pertukaran pelajar dan akademisi, pengembangan museum digital, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, wisata sejarah, serta forum tahunan kota bersejarah dunia di Bukittinggi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen melalui video yang diputar dalam seminar tersebut, menyampaikan bahwa Bukittinggi memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, termasuk sebagai bagian dari perjalanan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Hubungan Belanda dan Indonesia, khususnya Minangkabau, terus terjalin melalui pendidikan, budaya, dan ekonomi. Sementara itu, Jam Gadang menjadi simbol persahabatan yang telah menyaksikan berbagai peristiwa penting selama satu abad.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memperingati 100 Tahun Jam Gadang. Ia menilai peringatan ini tidak hanya memperkuat kesadaran sejarah dan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta berbagai dampak positif lainnya bagi masyarakat.

“Jam Gadang merupakan simbol perjalanan sejarah Minangkabau dan kemerdekaan Indonesia. Bukittinggi memiliki posisi penting dalam sejarah bangsa sebagai pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Karena itu, identitas Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan perlu terus dikedepankan,” ujarnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Direktur Keuangan PT Semen Padang Iskandar Z. Lubis yang menghadiri seminar tersebut menyampaikan pandangan menarik terkait sejarah pembangunan ikon Kota Bukittinggi itu.

Menurut Iskandar, kehebatan Jam Gadang sesungguhnya terletak pada kemampuannya bertahan hampir satu abad di kawasan yang sangat aktif secara seismik. Ketahanan tersebut, menurutnya, jauh lebih menarik untuk dikaji dibanding berbagai mitos yang selama ini berkembang, termasuk cerita penggunaan putih telur maupun penyebutan Jam Gadang sebagai kembaran Big Ben.

Sebagai salah satu wilayah yang berada di jalur patahan aktif dan kerap mengalami gempa bumi besar, Sumatera Barat menghadirkan tantangan tersendiri bagi bangunan-bangunan bersejarah. Namun hingga kini, Jam Gadang tetap menjadi ikon Kota Bukittinggi sekaligus bukti kualitas desain, material, dan konstruksi yang diterapkan pada masanya.

“Kehebatan Jam Gadang bukan pada mitos putih telur, bukan pula karena disebut kembaran Big Ben. Kehebatan sesungguhnya adalah kemampuannya bertahan 100 tahun di kawasan yang sangat aktif secara seismik. Itu merupakan bukti kualitas desain, material, dan konstruksi yang luar biasa,” ujar Iskandar.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menurutnya, ketahanan struktur tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Jam Gadang telah menerapkan pendekatan teknik konstruksi yang maju. Karena itu, sejarah bangunan tersebut perlu dipahami berdasarkan hasil kajian ilmiah dan penelitian, bukan semata-mata cerita yang berkembang secara turun-temurun.

Dalam sesi diskusi, Iskandar kemudian menyinggung salah satu narasi yang selama ini populer di masyarakat, yaitu penggunaan putih telur dalam pembangunan Jam Gadang.

Menurutnya, terdapat hasil penelitian yang justru menunjukkan fakta berbeda. Ia merujuk pada kajian The Construction and Structural Reliability of Jam Gadang yang dilakukan oleh Khadavi dan Yulcherlina dari Universitas Bung Hatta pada Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol. 1 No. 1 yang terbit pada Maret 2018.

Penelitian tersebut dilakukan setelah gempa besar Sumatera pada 2007 dan 2009. Meski sejumlah bangunan tua di sekitar Jam Gadang mengalami kerusakan berat, menara bersejarah itu tetap mampu mempertahankan integritas strukturnya. (*/Eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB