Ingin Tahu Tentang Cagar Budaya? Rumah Pohon Literasi Tempatnya

Penulis -

Senin, 16 Juli 2018 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Jika anda ingin mendapatkan pengetahuan sambil berwisata, tidak ada salahnya untuk datang ke rumah pohon literasi yang berada tepat dibelakang Istano Basa Pagaruyung, Batusangkar, Sumatra Barat.

Rumah pohon literasi ini mengangkat konsep wisata edukasi, dimana pengunjung dapat menikmati wisata alam bukit batu patah dan buku bacaan seputar sejarah Minangkabau dan sejarah Nusantara lainnya.

Konsep literasi diangkat oleh pengelola karena anak didik Sumatra Barat dianggap masih minim pengetahuan tentang sejarah Minangkabau dan Cagar Budaya. Selain itu, belum lengkapnya fasilitas yang ada Istano Basa Pagaruyung, diharapkan dapat menjadi destinasi penunjang wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Tanah Datar.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kebetulan saya juga bekerja di Balai Peninggalan dan cagar Budaya (WPCB) Wilayah III Sumbar Riau Jambi. Dan saya ingin mempublikasikan cagar budaya, terutama yang ada di Kabupaten Tanah Datar ke masyarakat luas,” tutur Yusril.

Di rumah pohon literasi, pengunjung dapat mengetahui sejarah tersebut melalui buku buku yang telah disediakan oleh pengelola di pondok pondok atau rumah pohon.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Kedepannya, pengelola rumah pohon juga akan membuka taman yang lebih luas, hingga kelokasi pondasi pertama berdirinya Istano Pagaruyung di bukit batu patah atau tepat berada di belakang replika Istano pagaruyung saat ini.

“Diatas lokasi ini (bukit batu patah) terdapat tempat beridrinya istano pagaruyung pertama kalinya. Nanti kami juga akan memberikan akses kepada pengunjung untuk dapat melihat lokasi tersebut,” ungkap Yusril dengan bersemangat.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Yusril juga bercita cita dapat menjalin kerjasama dengan sekolah sekola yang di Sumatra Barat, terutama dalam memberikan akses pengetahuan dan belajar di rumah pohon literasi yang ia kelola. Dari sekian banyak destinasi wisata rumah pohon, Yusril menyatakan rumah pohon literasi ini satu-satunya di Provinsi Sumatra Barat.

Dengan mematok tarif Rp5.000, maka seluruh fasilitas yang ada di rumah pohon ini dapat dinikmati oleh setiap pengunjung. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB