Terjebak Banjir Dua Warga Pasaman Barat Hanyut Usai Turun Dari Mobil

Penulis -

Selasa, 14 April 2026 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar – Dua warga Kabupaten Pasaman Barat hanyut terbawa arus sungai di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati Kabupaten Pasamam, Selasa (14/4) sore.

Kejadian naas tersebut terjadi akibat curah hujan yang ekstrem melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Pasaman dari siang hingga malam hari.

Informasi yang berhasil dirangkum, satu orang diantaranya berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sementara satu orang lagi masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Kepada awak media, Kepala Pos SAR Pasaman, Randi menyampaikan, peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB saat hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Akibatnya debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke badan jalan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Akibat luapan tersebut, kendaraan yang ditumpangi korban terjebak di tengah arus. Saat korban berusaha keluar untuk menyelamatkan diri, arus sungai yang deras langsung menyeret keduanya,” jelasnya.

“Korban diketahui bernama Dewi Hayati (50) dan Meji Ardi (37), yang merupakan warga Kabupaten Pasaman Barat,” terangnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Laporan kejadian pertama kali diterima dari Wali Nagari Alahan Mati, Rivo Niswar, pada pukul 19.03 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman langsung diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 19.20 WIB dengan kekuatan enam personel.

Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan membuahkan hasil pada pukul 20.40 WIB. Satu korban atas nama Meji Ardi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar satu kilometer dari titik kejadian.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, satu korban lainnya, Dewi Hayati, hingga kini masih dalam pencarian.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Randi menerangkan, proses pencarian di lapangan menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi cuaca yang masih diguyur hujan serta arus sungai yang deras dan berbahaya.

Meski demikian, operasi pencarian dipastikan akan terus dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel.

“Kita akan terus melakukan pencarian dan menyisir sungai bersama tim gabungan dan masyarakat setempat, ” Katanya. (RH)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB