Warga Pasaman Dikeroyok di Kabupaten 50 Kota Ini Pengakuan Keluarga Korban di Lubuk Sikaping

Penulis -

Rabu, 1 April 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar – Korban pengeroyokan yang terjadi di rumah makan Sapayuang, Kabupaten Lima Puluh Kota yang sempat vira di Media Sosial (medsos) ternyata warga Aia Manggis, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.

Korban yang bernama Perli (29), merupakan sopir travel. Ia di keroyok oleh para pelaku berjumlah sembilan orang yang merupakan warga Pekan Baru, Riau pada Selasa (31/3) dini hari sekitar pukul 02.00 wib.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Informasi yang berhasil dirangkum Prokabar dari keluarga korban, kejadian bermula ketika teman korban yang bernama Afis sesama sopir travel Pekan Baru – Pasaman terlibat cekcok di tengah jalan bersama para pelaku.

“Beberapa saat setelah pertengkaran terjadi, korban datang hanya ingin menanyakan apa yang telah terjadi antara para pelaku dengan temannya sesama sopir travel. Mungkin para pelaku tidak senang terhadap korban, lalu mereka mengeluarkan kunci roda hendak menghajar Ferli,” terangnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Mengetahui kejadian itu, korban langsung pergi dan berhenti di rumah makan sapayuang, Lima Puluah Kota untuk istirahat bersama dengan penumpang supir travel miliknya.

“Entah apa yang ada dibenak para pelaku, mereka kembali menemyi korban dan langsung menganiaya dengan cara mengeroyok hingga membuat korban tak sadarkan diri. Setelah itu para pelaku langsung pergi meninggalkan korban yang penuh luka lebam dan kepala mengalami luka robek hingga dijahit,” geram keluarga korban.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Setelah itu, korban langsung dibawa ke Puskesmas Pangkalan dan divisum.

“Kita telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Pangkalan, namun sayangnya para pelaku sekarang telah dilepaskan pihak kepolisian tanpa alasan yang jelas,” kesalnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi baik itu dari Polsek Pangalan maupun Polres Lima Puluah Kota. (RH)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB