Dari Takbir ke Peradaban: Makna Idulfitri di Plaza PT Semen Padang

Penulis -

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang,Prokabar – Ribuan jemaah memadati Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang untuk menunaikan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Sejak pagi, masyarakat dari Indarung dan sekitarnya telah memenuhi area pelataran dengan penuh antusias.

Lantunan takbir menggema, menandai rasa syukur umat Muslim setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Salat Idulfitri berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan ini digelar PT Semen Padang bekerja sama dengan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kelurahan Indarung. Turut hadir Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar dan Direktur Operasi Andria Delfa.

Bertindak sebagai imam adalah Imam Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang, Ustaz Riko Febrianto. Sementara khutbah disampaikan Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang, Duski Samad, dengan judul Menjaga Jiwa Peradaban.

Dalam sambutannya, Pri Gustari Akbar menyampaikan bahwa Idulfitri merupakan momentum kembali kepada fitrah.
“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadan berikutnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Ia menegaskan, makna kemenangan tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.
“Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi, memperbaiki hubungan, dan mempererat silaturahmi,” katanya.

Pri juga memaparkan sejumlah program sosial perusahaan selama Ramadan, antara lain Safari Ramadan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, penjualan sembako murah, serta program mudik gratis.

Menurutnya, program tersebut merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dari Ramadan Menuju Peradaban

Dalam khutbahnya, Duski Samad menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar peningkatan ibadah ritual, melainkan proses pembentukan karakter manusia.
“Idulfitri bukan akhir, tetapi awal untuk menjalani kehidupan yang lebih berkualitas,” katanya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Ia menyampaikan tiga pesan utama agar nilai Ramadan tetap terjaga.

Pertama, pentingnya integritas. Mengacu pada Al-Maidah, Duski menekankan bahwa ketakwaan harus diwujudkan melalui ibadah, pengembangan ilmu, amal kebajikan, dan akhlak mulia.
Menurutnya, ketahanan spiritual yang dibangun selama Ramadan harus dijaga di tengah tantangan kehidupan modern.

Ia juga menyoroti krisis ketenangan jiwa di era modern. Kemajuan teknologi dan ekonomi, kata dia, tidak selalu sejalan dengan ketenangan batin.
“Zikir bukan hanya ibadah, tetapi juga terapi spiritual,” ujarnya.

Duski menambahkan, puncak kualitas spiritual adalah ihsan, yakni kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap tindakan manusia. Kesadaran ini melahirkan integritas, kejujuran, dan tanggung jawab.

Kedua, kewarasan dalam menghadapi tekanan hidup. Mengutip Al-Balad, ia menegaskan bahwa kehidupan penuh tantangan yang harus dihadapi secara bijak.
Ia mendorong umat Islam untuk tetap produktif, mandiri secara ekonomi, dan berkontribusi bagi masyarakat, dengan tetap berlandaskan etika.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian materi, tetapi juga dari integritas dan karakter,” ujarnya.

Ketiga, jihad peradaban. Mengacu pada Al-Hajj ayat 78, Duski menjelaskan bahwa jihad tidak terbatas pada peperangan, melainkan upaya membangun kehidupan yang lebih baik.

Ia menyebut jihad masa kini dapat diwujudkan melalui pendidikan, ekonomi, teknologi, sosial, hingga pelestarian lingkungan.
“Jihad peradaban adalah membangun kehidupan yang adil, maju, dan bermartabat,” katanya.

Dalam konteks dunia kerja, ia menambahkan, setiap individu yang bekerja dengan niat ibadah, kejujuran, dan profesionalitas turut berkontribusi dalam membangun peradaban.
“Setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh adalah bagian dari ibadah,” pungkasnya. (*/Eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB