COO Danantara: Perusahaan Hancur Karena Pemimpinnya, BUMN Mesti Berubah

Penulis -

Jumat, 20 Februari 2026 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Jika perusahaan tidak dijalankan dengan hati, direksi hanya duduk di kantor, tidak punya visi. Jikapun punya tidak dikawal, maka perlahan perusahaan itu, akan hancur.

“Direksi harus punya visi yang jelas dan percaya pada visi yang ia buat sendiri. Ia mesti mengawal dan mengontrolnya. Pemimpin harus mampu mengkomunikasikan ke jajarannya. Jangan jadi bos,”kata COO Danantara, Dony Oskaria di hadapan direksi, komisaris dan pejabat PT Semen Padang, di Wisma Indaruang, Jumat (20/2)

Perubahan dari sisi luar itu penting, agar Semen Padang tetap menjadi kebangaan. Apalagi satu-satunya di Sumbar. Apapun urusannya di Sumbar, ujung-ujungnya tetap ke Semen Padang.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Laba Tipis

Semen Indonesia di pasar semen, pemimpin pasar tapi laba tipis. Ini, disebabkan banyak anak perusahaan dan anak-anak itu rugi. Lantas menggerus laba induk. Belum lagi laba sudah diambil pula sebagian oleh lembaga baru, Mega Distributor, seauatu yang mesti dibubarkan.

“Mega distibutor itu tidak perlu,” kata dia.

“Menurunkan harga agar produksi dan laba meningkat, jangan mimpi. Fokus perbaikan internal secepatnya,” kata dia.

Ia juga ingin di opco-opco Semen Indonesia mesti ada direktur bisnis, meski orangnya dari holding. Problem selama ini, di Semen Padang, memang soal jualan produk yang dikendalikan holding.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Transformasi BUMN

“Dulu BUMN satu sama lain, tidak ada hubungannya. Karena itu jika ada BUMN sakit tersungkur, tidak ada BUMN lainnya, bisa bantu. Krakatau Steel misalnya, hancur karena perusahaan dijalankan tidak dengan hati. Puluhan BUMN yang dulu dikenal hari ini tutup. Pemimpin yang tidak punya visi membiarkan perusahaannya ambruk,” sebut Kepala BP BUMN itu.

Ia menguraikan soal Danantara. Ini ide yang sudah dipikirkan berpuluh-puluh tahun tanpa eksekusi.

Konsepnya super holding, di dalamnya DAM mengelola aset dan DIM mengurus investasi. Begitu semua BUMN disatukan di bawah Danantara, ditemukan banyak BUMN yang punya kesamaan core bisnis tapi kecil-kecil dan rugi.
Sebenarnya BUMN itu labanya besar sekali. BUMN secara normalisasi sejatinya menyentuh angka Rp332 triliun pada 2025. Namun, usai melakukan penyesuaian penurunan nilai aset atau impairment sekitar Rp55 triliun, laba bersih BUMN turun ke kisaran Rp280 triliun hingga Rp285 triliun.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sejumlah corporate action sudah dilakukan Danantara misal untuk Garuda Indonesia dan Krakatau Steel.

Contoh lain, holirisasi di 13 lokasi resmi groundbreaking

Danantara Indonesia secara serentak meresmikan proyek hilirisasi di 13 lokasi dengan total investasi mencapai US$7 miliar. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB