Layanan Air Bersih Di Kota Padang Mendekati 100 Persen

Penulis -

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Pasca bencana banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu bukan saja berdampak pada hancurnya infrastruktur dan jembatan, namun juga mengakibatkan 7 intake milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang rusak parah.

Gerak cepat berupa recovery yang dilakukan Perumda AM Padang tak berlangsung lama. Sejak pada 24 Desember lalu pelayanan sudah mencapai 99 persen.

Secara umum layanan nyaris pulih. Area Selatan sudah melayani 100 persen pelanggan. Begitu juga wilayah Utara. Meski begitu untuk wilayah lain yang masih mengalami kendala, pihak Perumda AM Padang memberikan layanan khusus mobil tangki dan tedmon dengan waktu layanan 3 kali sehari.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Area pusat saat ini memang masih terkendala karena produksi IPA Gunung Pangilun belum maksimal. Sumber air baku kami masih keruh karena banyak pengerjaan normalisasi.”

“Hingga saat ini sebanyak 128 ribu lebih pelanggan sudah terlayani secara normal. Sisanya 1.125 sambungan rumah masih terkendala dan dalam tahap pemulihan,” ujar Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, Jumat (23/1/2025).

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Hendra menambahkan, sisa 1 persen pelanggan yang belum terjangkau disebabkan terkendala pemasangan pipa yang putus dan butuh kontruksi jembatan untuk memasang jaringan.

Selai itu banyaknya lumpur di sumber air juga memberikan pengaruh besar pada sektor produksi. “Meski begitu, kita tetap memberikan layanan dengan mengirim mobil tangki dan menyediakan tedmon,” tambahnya.

Hendra Pebrizal berharap normalisasi Sungai Batu Busuk dan Kuranji segera selesai. Karena menyumbang 500 liter/perdetik. Jika normalisasi selesai, ia optimis pelayanan pulih 100 persen.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Masalah Kekeringan

Faktor kekeringan yang terjadi sejak beberapa pekan lalu, membuat masyarakat Kota Padang mengalami kekeringan. Beberapa wilayah alami krisis air bersih.

Menanggapi situasi yang terjadi Perumda AM Padang memaksimalkan pengiriman mobil tangki ke pemukiman warga, bukan saja untuk pelanggan namun juga masyarakat non pelanggan.

“Pengisian mobil tangki difokuskan di IPA Palukahan dan IPA Sikayan. Pelanggan dan bukan pelanggan diperbolehkan mengambil air yang berasal dari Perumda AM Padang,” jelas Hendra. (fky)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB